ARTIKEL OPINI MENGKONFIRMASI AKAL DENGAN WAHYU (Belajar dari Kisah Inspiratif Hayy bin Yaqzan)

Show simple item record

dc.contributor.author Ma'ruf, Ma'ruf
dc.date.accessioned 2026-10-16T04:19:14Z
dc.date.available 2026-10-16T04:19:14Z
dc.date.issued 2026-10-05
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9800
dc.description.abstract MANUSIA bertipe makhluk yang bisa dididik dan mendidik, atau disebut manusia pendidikan (homo educandum) untuk menumbuhkan potensi baik padanya. Melalui guru dan tanpa guru (formal). Bukti nyata adalah kisah inspiratif Hayy bin Yaqzan. Lembar kehidupan Hayy bin Yaqzan diangkat dari sebuah kisah filsafat klasik karya Ibnu Thufail (Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Thufail Al-Qaisi). Beliau lahir di Andalusia (Spanyol, 1105 Masehi). Beliau wafat di Maroko, 1185 Masehi, seorang filosof muslim dari Eropa. Kitab Hayy bin Yaqzan artinya: Si-Hidup, anak dari yang sadar. Ringkas kisah terdapat seorang bayi terdampar sebatang kara di pulau kosong tanpa manusia. Diasuh oleh seekor kijang. Pendidikan dan pembelajaran berlangsung tanpa bahasa, tanpa guru, tanpa kitab. Dengan instink, naluri, akal dan pengamatan alam, bayi Hayy tumbuh dan belajar bertahan hidup. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI MENGKONFIRMASI AKAL DENGAN WAHYU (Belajar dari Kisah Inspiratif Hayy bin Yaqzan) en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account