ARTIKEL OPINI MENYIBAK TABIR HIJAB

Show simple item record

dc.contributor.author Ma'ruf, Ma'ruf
dc.date.accessioned 2026-10-16T04:11:40Z
dc.date.available 2026-10-16T04:11:40Z
dc.date.issued 2026-10-05
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9796
dc.description.abstract SUMBER kesombongan ialah petaka ego diri merasa hebat, kuat, kaya, pintar, lancar. Malah standar kebenaran orang ego ialah dirinya sendiri. Diri yang paling besar, benar, baik, berbinar. Sedangkan orang lain adalah kecil, salah, buruk, gelap. Padahal, adakah wilayah manusia yang sempurna tanpa cacat? Mustahil, sesungguhnya manusia adalah tempat salah dan khilaf. Tidak ada manusia suci diantara kamu. Maka janganlah kamu merasa suci. Karena Allah maha mengetahui, siapa diantara kamu yang paling bertakwa. Sedangkan kamu tidak mengetahui apa-apa. Sejarah telah merekam jejak Fir'aun yang kejam terhadap orang yang tidak mau menyembahnya. Fir'aun telah kehilangan radar kesadaran spiritual. Terjadi missinglink antara Fir'aun dengan Tuhan. Kerusakan moral, sosial, ekonomi, politik dan peradaban. Puncak kerusakan ialah pada saat Fir'aun melantik dirinya menjadi Tuhan. Padahal posisi Fir'aun hanya manusia biasa yang diamanatkan sebagai raja. Haman, pembantu Fir'aun. Haman merasa digjaya karena penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka berdua merasa menjadi pilar utama penentu nasib seluruh rakyat Mesir. Kesombongan Fir'aun dibentangkan Alquran. Ucapan kesombongan: "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku. Dan air sungai Nil yang mengalir berada di bawah telapak kakiku? Apakah kamu tidak melihat? (Az Zukhruf:51)." en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI MENYIBAK TABIR HIJAB en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account