| dc.description.abstract |
SUMBER kesombongan ialah petaka ego diri merasa hebat, kuat, kaya, pintar, lancar.
Malah standar kebenaran orang ego ialah dirinya sendiri. Diri yang paling besar, benar, baik,
berbinar. Sedangkan orang lain adalah kecil, salah, buruk, gelap. Padahal, adakah wilayah
manusia yang sempurna tanpa cacat? Mustahil, sesungguhnya manusia adalah tempat salah dan
khilaf. Tidak ada manusia suci diantara kamu. Maka janganlah kamu merasa suci. Karena Allah
maha mengetahui, siapa diantara kamu yang paling bertakwa. Sedangkan kamu tidak mengetahui
apa-apa.
Sejarah telah merekam jejak Fir'aun yang kejam terhadap orang yang tidak mau
menyembahnya. Fir'aun telah kehilangan radar kesadaran spiritual. Terjadi missinglink antara
Fir'aun dengan Tuhan. Kerusakan moral, sosial, ekonomi, politik dan peradaban. Puncak
kerusakan ialah pada saat Fir'aun melantik dirinya menjadi Tuhan. Padahal posisi Fir'aun hanya
manusia biasa yang diamanatkan sebagai raja. Haman, pembantu Fir'aun. Haman merasa digjaya
karena penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka berdua merasa menjadi
pilar utama penentu nasib seluruh rakyat Mesir. Kesombongan Fir'aun dibentangkan Alquran.
Ucapan kesombongan: "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku. Dan air sungai
Nil yang mengalir berada di bawah telapak kakiku? Apakah kamu tidak melihat? (Az
Zukhruf:51)." |
en_US |