| dc.description.abstract |
KITAB Ushul Tahqiq versi Tuan Guru Haji Ismail Mundu bin Haji Abdul Karim Daeng
Palewo (lahir:1870, wafat:1957) memiliki kesesuaian dengan kitab yang dikarang oleh Imam
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (lahir:1058, wafat:1111). Mulanya, kitab
yang dikarang oleh Imam Al-Ghazali adalah Ihya 'Ulumuddin yang kemudian diringkas menjadi
kitab Kimiyatus-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan). Karena intisari dari kitab Kimiyatus-Sa'adah
membicarakan ranah ma'rifat. Sebuah derajat tertinggi setelah menempuh jalan syariat, tharikat
dan hakikat. Ma'rifat merupakan capaian puncak kebahagiaan dunia-akhirat. Bahagia yang tidak
lagi butuh terhadap validasi makhluk. Jika manusia merasa cukup dengan Allah. Niscaya Dia
cukupkan. Bila manusia sudah percaya penuh kepada Allah. Pasti Allah sepenuhnya percaya
padanya. Tidak ada kebahagiaan sejati, kecuali Allah telah percaya kepada hamba-Nya. Ibarat
telah menjadi kekasih, kesayangan, kecintaan dan sahabat setia-Nya. Jaminan hidup ada di dalam
genggaman tangan-Nya yang besar, bukan di tangan makhluk yang kecil. Jika manusia telah
beriman dan menyerahkan dirinya kepada Allah, maka Allah akan memerintahkan seluruh isi
langit dan bumi untuk tunduk padanya, tanpa bantahan. Berlaku lirik lagu, "tidak ada dusta
diantara kita." Kesaksian dan janji-Ku pasti jujur. Karena Aku (Allah) benar, Rasulullah itu
benar, Alquran kitab suci yang benar. Kematian benar, nikmat dan azab kubur benar, kiamat itu
benar dan pasti hadir, surga dan neraka itu benar. Cinta dan sayang-Ku, Aku tidak pernah ingkar
janji. Janji-Ku pasti Aku tepati. Memberi balasan bagi mukmin dan mukminah, muslim dan
muslimah. Aku tidak pernah menyia-nyiakan amal mereka yang bertauhid. |
en_US |