ARTIKEL OPINI BAHAYA EGO

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-10-07T07:49:09Z
dc.date.available 2026-10-07T07:49:09Z
dc.date.issued 2026-09-08
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9765
dc.description.abstract MOHON ampun kepada-Nya sudah menjadi kebiasaan kaum beriman laki-laki dan perempuan. Karena dipastikan sebagai seorang hamba memiliki dosa. Dosa merupakan penghalang (hijab) hajat dan doa kepada-Nya. Hijab terbesar adalah ego, kesombongan diri terhadap-Nya yang agung. Tidak mungkin di dunia ada dua, tiga, empat atau lebih banyak keagungan, kemurahan, kesempurnaan. Jangan mau disanjung sebagai manusia agung. Jangan mau dianggap manusia pemurah. Jangan mau dikata manusia sempurna. Maha agung, pemurah, sempurna hanya satu, milik Allah. Niscaya Dia tidak akan menerima salat, puasa, zakat, haji dan doa dari hati yang sombong. Sombong saudara kembar durhaka. Pasti Allah tidak menerima doa dari hati yang sombong. Orang sombong tampak dari kehidupan sehari-hari yang menolak kebenaran dan merendahkan sesama. Tidaklah doa mereka, kecuali dalam kesesatan karena berangkat dari hati yang lalai. Ternyata sangat dianjurkan sebelum berdoa untuk memohon ampun kepada Nya terlebih dahulu. Istighfar ibarat pembukaan sebelum ke acara inti yakni doa. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI BAHAYA EGO en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account