| dc.contributor.author | Sabran, Ma'ruf Zahran | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-27T06:43:04Z | |
| dc.date.available | 2026-08-27T06:43:04Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-24 | |
| dc.identifier.uri | https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9623 | |
| dc.description.abstract | Bahaya ilmu tanpa iman tidak hanya sebatas sesat, tapi juga merusak. Ilmu yang tidak dibimbing iman menjadi media untuk korup dan penyalahgunaan jabatan, wewenang dan kekuasaan. Kekuasaan yang tidak dibatasi oleh iman. Adapun iman tanpa ilmu adalah sebuah kebodohan. Sebab pondasi iman adalah ilmu. Sering kitab suci menanyakan adakah Tuhan selain Allah yang menghidupkan orang mati? Apakah kamu tidak memikirkan? Siapakah yang berkuasa terhadap bahtera yang sedang berlayar di lautan? Siapakah yang menghilangkan kesulitan ketika sulit. Siapakah yang menurunkan air hujan dari langit? Kamikah atau kamu yang menurunkan dan mengalirkan? Siapakah yang menumbuhkan tanaman? Kami atau kamu yang menumbuhkan? Maka sucikan nama Tuhan-mu yang agung. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | IAIN PONTIANAK | en_US |
| dc.title | PERAYAAN MAULID: MENSINERGIKAN ILMU, IMAN, AMAL | en_US |
| dc.type | Article | en_US |