WAJAH YANG TIDAK ASING

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T06:18:08Z
dc.date.available 2026-08-27T06:18:08Z
dc.date.issued 2026-08-07
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9612
dc.description.abstract Bagi para sufi, pandangannya terhadap makhluk tidak bisa terlepas dari pandangan-Nya kepada yang esa. Dimana saja kamu berada, pasti engkau dapati wajah Allah Swt. Sebuah hakikat syahadat yang sekali diikrarkan dengan lisan, dibenarkan oleh hati dan dibuktikan berupa amal perbuatan, itulah pengertian iman. Artinya, setelah syahadat (kemanapun seorang pergi) pasti yang dijumpai adalah ayat-ayat (tanda-tanda) berupa materi alam semesta. Orang yang mengenal Allah, sungguh Allah hadir disebalik materi tersebut (the subject beyond matter). Bukan jasad, tapi disebalik jasad, bukan hati, tapi disebalik hati, bukan roh, tapi disebalik roh. Dialah Tuhan Allah yang menghidupkan, mematikan dan kepada-Nya semua dikembalikan. Dengan-Nya kita berilmu, hidup, kuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berbicara. Dengan-Nya kita berdaya-upaya. Karena tidak ada daya dan upaya, kecuali selalu bersama-Nya. Runtuh langit bila tidak ditopang Tuhan. Hanyut bumi bila tidak ditahan oleh-Nya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title WAJAH YANG TIDAK ASING en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account