| dc.description.abstract |
Kemudian arena dunia disebut bersifat senda-gurau. Tidak semua serius menjalani hidup,
penuh kepentingan meskipun baik. Karena akhirnya, manusia sibuk dengan dirinya masing
masing. Orang yang terlalu sibuk mengurus dan terlalu banyak memikirkan nasib orang lain,
meskipun keluarga, pertanda dirinya belum memahami diri. Sebab setiap orang sedang menjalani
hukum takdir masing-masing. Apa yang disuruh Tuhan tidak lebih dari sebatas amanah.
Buktinya, datang dan pulang silih-berganti. Misal, grup whatsapp beritanya sangat beragam.
Ucapan takziah bersebelahan dengan ucapan tahniah. Undangan pernikahan diiringi dengan
berita duka. Suasana hati terkadang menang dan terkadang kalah merupakan bentuk senda-gurau
saja. Ada orang yang dipuji oleh dunia, dan banyak orang yang dicela, dijatuhkan, disingkirkan
dan dikeluarkan dari dunia. Artinya, dunia tidak pernah serius dan sungguh-sungguh dalam
berpihak dan bersikap. Watak dunia adalah labil, tidak stabil. Namun banyak manusia melayani
dunia seakan hidup selamanya. Padahal mereka akan meninggalkan dunia atau ditinggalkan
dunia. Kepastian dunia ialah kesenangan yang memperdayakan, ketika manusia tidak sadar akan
menjadi hamba sahayanya. Dengan kata lain, dunia penuh tipuan. Semakin ia dikejar, semakin ia
lari. Karena, tidaklah manusia memperoleh dunia, kecuali apa yang telah dituliskan untuknya
(illa kutiba lahu). Disebalik daya pikatnya yang memukau, pasti berisi jurang yang terjal. Siap
menjatuhkan siapa saja yang memuja-muji dunia, tanpa terkecuali. |
en_US |