| dc.description.abstract |
IMAM Harits bin Asad Al-Muhasibi (wafat: Bagdad, 235 Hijriah) menerangkan capaian
hidup manusia di dunia bukan ditentukan oleh sebanyak apa yang mereka raup berupa
kesenangan duniawi. Karena kesenangan duniawi berbasis hawa nafsu dan bersifat sementara.
Kesementaraan tersebut dibuktikan bahwa hawa nafsu ibarat anak kecil yang sedang menyukai
mainan. Sebentar lagi, mainan itu dianggap tidak berharga karena rusak atau sudah
membosankan. Maka nafsu akan mencari mainan lain yang belum diperolehnya. Untuk tidak
terjerumus ke jurang hawa nafsu secara berkepanjangan, dan tidak berkesudahan. Maka manusia
perlu mengenali watak, sifat dan dampak buruk dari hawa nafsu tersebut. |
en_US |