CARA BERAGAMA: PAKAI "PUKAT HARIMAU" ATAU MENYISAKAN RUANG BERBAGI

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T02:43:47Z
dc.date.available 2026-08-27T02:43:47Z
dc.date.issued 2026-07-14
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9594
dc.description.abstract MENGOREKSI cara pandang beragama kita selama ini, mungkin kita selalu berbicara yang "besar-besar" dan melupakan yang "kecil-kecil." Terkadang orang terjatuh bukan tersandung karena batu besar. Lebih banyak orang terjatuh karena kerikil yang jarang terlihat. Misal, Fir'aun mati bukan oleh pasukan Musa. Karena Musa tidak memiliki pasukan, tapi oleh air. Namrud mati bukan oleh tentara Ibrahim, karena Ibrahim tidak mempunyai tentara. Namun Namrud mati oleh seekor semut yang bekerja dengan rapi di dalam telinga. Sisi kecil kehidupan beragama yang jarang dibahas atau ditulis. Sebagian kita, mau berbicara agama terhadap perkara yang besar seperti salat tepat waktu, haji dan umrah atau pembangunan masjid yang menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title CARA BERAGAMA: PAKAI "PUKAT HARIMAU" ATAU MENYISAKAN RUANG BERBAGI en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account