HUBUNGAN KEUTAMAAN ASYURA DENGAN RASUL ULUL AZMI

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-08-27T02:41:05Z
dc.date.available 2026-08-27T02:41:05Z
dc.date.issued 2026-06-26
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9593
dc.description.abstract HARI Asyura tanggal 10 Muharram memiliki banyak keutamaan. Membuktikan kebenaran ajaran para utusan Tuhan. Kebenaran suatu ajaran bisa diuji dengan dua cara. Ujian pertama dilihat dari uji konsep (doktrin) ajaran agama. Ajaran yang benar tidak bertentangan dengan fitrah manusia. Bahkan menyalurkan fitrah manusia dengan menempuh cara yang halal dan elegan. Ujian kedua dari penyampai agama tersebut (nabi, wali, dan para pengkhotbah). Jika juru bicara agama berorientasi materi dan keuntungan duniawi, maka tinggalkan para penyampai agama. Sebab ajaran agama yang benar, pasti benar meskipun kalah di ranah politik dan popularitas. Ajaran agama yang benar tidak butuh dukungan manusia, karena agama yang benar adalah milik Tuhan. "Tuhan tidak meminta hartamu (Muhammad:36)." en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.title HUBUNGAN KEUTAMAAN ASYURA DENGAN RASUL ULUL AZMI en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account