| dc.description.abstract |
ORANG jahat bukan karena ia tidak bersyariat, dan orang jahat bukan karena ia tidak
berhakikat. Kedua ucapan (syariat dan hakikat) boleh dipisah, namun belum sempurna bila tidak
digabungkan. Ucapan orang-orang syariat berbeda dengan orang-orang hakikat. Misal, seorang
guru yang mengatakan "tidak perlu salat, karena aku tidak salat." Kalam guru (mursyid) bila
tidak ditanya lagi, disusul dengan usul-asal, terhenti. Menjadilah para salik (murid) yang tidak
salat seumur hidup mereka. Padahal, kalam mursyid belum titik, melainkan tanda koma
(istirahat), untuk menunggu pertanyaan selanjutnya dari para murid. |
en_US |