MENELADANI RASUL DALAM PEMBANGUNAN NEGARA MADINAH

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-06-18T03:41:39Z
dc.date.available 2026-06-18T03:41:39Z
dc.date.issued 2026-01-11
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8898
dc.description.abstract KONSTELASI hijrah telah tersusun rapi sebagai rencana Allah yang maha agung, sebaik-baik pembuat rencana. Meski sang Nabi melewati masa panjang selama tiga tahun diembago sehingga kehilangan status sebagai warga kota Mekah. Tidak sebatas ini, Nabi Muhammad, keluarga dan pengikutnya tidak diberi hak sosial, ekonomi, politik. Intinya dikeluarkan dari status keluarga besar Quraisy (ju'ila syakhsun ghairu marhum). Atau diistilahkan persona non grata dalam semua lini kehidupan. Ketentuan tersebut ditempel di dinding Ka'bah yang berbunyi: Tidak boleh melakukan transaksi jual-beli dengan Muhammad dan pengikutnya. Tidak boleh melakukan hubungan pernikahan dan hubungan kekeluargaan dengan Muhammad dan pengikutnya. Tidak boleh memberikan bantuan apapun kepada Muhammad dan pengikutnya. Selama tiga tahun, Muhammad dan pengikutnya meronta, kesulitan dan kepayahan hidup di tengah suku Quraisy yang membenci ajakan agama (tauhid). en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title MENELADANI RASUL DALAM PEMBANGUNAN NEGARA MADINAH en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account