| dc.description.abstract |
DRAMA yang dibuat manusia kadang melebihi rancangan Tuhan. Tuhan menghendaki
yang sederhana supaya manusia selamat. Namun manusia ingin mewah yang berakhir susah.
Ternyata, kebahagiaan hidup tidak sebatas banyaknya harta, tingginya pangkat, banyaknya
pengikut, luasnya ilmu. Harta penting tapi bukan segalanya. Banyak yang tidak sanggup ditebus
oleh harta, seperti istri yang salehah. Banyak yang tidak bisa diperoleh dari jabatan, meskipun
hanya sekadar tidur nyenyak. Banyak sahabat yang dikelilingi oleh pengikut, tapi tidak mampu
membeli ketenangan hidup. Luasnya ilmu belum menciri keluasan batin untuk menerima
kehadiran orang cacat. Memaafkan kesalahan orang yang bersalah, melunasi hutang,
menggenapi yang ganjil. Namun ilmu yang telah kehilangan basis iman akan memperparah,
memperkeruh, memperlama, memperpanjang masalah. Ilmu yang seharusnya menyederhanakan
yang kompleks, memudahkan yang sulit, menjernihkan yang keruh, mempersingkat yang lama.
Malah bersikap sebaliknya. |
en_US |