MENYIKAPI MEDAN UJIAN TAKDIR

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-06-05T03:06:13Z
dc.date.available 2026-06-05T03:06:13Z
dc.date.issued 2026-05-20
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8816
dc.description.abstract DRAMA yang dibuat manusia kadang melebihi rancangan Tuhan. Tuhan menghendaki yang sederhana supaya manusia selamat. Namun manusia ingin mewah yang berakhir susah. Ternyata, kebahagiaan hidup tidak sebatas banyaknya harta, tingginya pangkat, banyaknya pengikut, luasnya ilmu. Harta penting tapi bukan segalanya. Banyak yang tidak sanggup ditebus oleh harta, seperti istri yang salehah. Banyak yang tidak bisa diperoleh dari jabatan, meskipun hanya sekadar tidur nyenyak. Banyak sahabat yang dikelilingi oleh pengikut, tapi tidak mampu membeli ketenangan hidup. Luasnya ilmu belum menciri keluasan batin untuk menerima kehadiran orang cacat. Memaafkan kesalahan orang yang bersalah, melunasi hutang, menggenapi yang ganjil. Namun ilmu yang telah kehilangan basis iman akan memperparah, memperkeruh, memperlama, memperpanjang masalah. Ilmu yang seharusnya menyederhanakan yang kompleks, memudahkan yang sulit, menjernihkan yang keruh, mempersingkat yang lama. Malah bersikap sebaliknya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title MENYIKAPI MEDAN UJIAN TAKDIR en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account