ARTIKEL OPINI KRITERIA KEPEMIMPINAN

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-04-16T02:34:14Z
dc.date.available 2026-04-16T02:34:14Z
dc.date.issued 2026-01-16
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8678
dc.description.abstract KINI, sering pembicaraan tidak dapat ditafsirkan apakah sekadar permainan kata-kata, atau serius? Sulit membedakannya. Banyak orang yang awalnya baik, akhirnya jahat. Ada pula orang yang awalnya jahat, akhirnya baik. Akhir zaman ditandai sulit memercayai perkataan manusia. Perkataan mudah berubah dan perjanjian mudah diingkari. Contohnya, janji oknum politik sebagai pemberi harapan palsu (PHP). Sebelum duduk di parlemen 100 persen janjinya. Setelah duduk menjadi anggota parlemen, sisa 0 persen. Namun konstituen lupa akan kejahatan yang pernah dibuat mereka yaitu ingkar janji. Siklus lima tahunan cukup untuk menghapus ingatan rakyat pemilih. Rakyat pemilih terperosok di lubang yang sama sebanyak dua atau tiga kali. Inikah yang disebut pemilih cerdas? en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI KRITERIA KEPEMIMPINAN en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account