ARTIKEL OPINI SIFAT IKHLAS TINGKATAN TERTINGGI BERAGAMA

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-04-15T06:53:48Z
dc.date.available 2026-04-15T06:53:48Z
dc.date.issued 2026-04-15
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8669
dc.description.abstract IKHLAS bukan teori, ia melebihi batas teori. Ikhlas bukan praktik, ia melampaui batas praktik. Secara sederhana, ikhlas lebih banyak diam, batin yang berkata-kata. Karena tidak semua pemberian berbasis ikhlas. Dengan kata lain, ikhlas ialah sikap mau berbuat dan berbagi, namun tidak merasa terbebani. Ringan saja diri menyantuni tanpa takut rugi dan tidak berharap untung. Perilaku ikhlas mewujud dalam sifat menyembunyikan kekesalan diri, supaya orang lain tidak tersinggung, tidak malu dan tetap merasa nyaman. Menutup aib saudaranya di tengah majlis dan rapat organisasi. Tidak mengkritik seseorang di media sosial, tidak menyerangnya, itulah ikhlas. Artinya, ikhlas terdiri dua dimensi, ikhlas memberi dan ikhlas menerima. Ternyata, ikhlas tidak hanya dituntut saat memberi, tapi juga dituntut saat menerima. Tanpa menyakiti hati yang memberi, manusia ikhlas sangat berterimakasih banyak, meski pemberian terlalu sedikit. Ikhlas juga memuliakan si-penerima. Misal, pemberian buah-buahan dan sayur-sayuran yang masih segar, bukan yang sudah busuk. Makanan yang baru dimasak, bukan yang sudah basi. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI SIFAT IKHLAS TINGKATAN TERTINGGI BERAGAMA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account