ARTIKEL OPINI MENGGAPAI KEMAAFAN MELALUI NILAI RAMADAN

Show simple item record

dc.contributor.author Ma'ruf, Ma'ruf
dc.date.accessioned 2026-03-10T02:42:12Z
dc.date.available 2026-03-10T02:42:12Z
dc.date.issued 2026-02-10
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8576
dc.description.abstract TANYAKAN, kapan nikmat makanan saat disantap? Jawabannya ialah ketika berbuka puasa. Meskipun sebiji kurma dan segelas air putih. Ingin bertemu azan maghrib menjadi tren global yang dinanti. Apapun status ekonominya, ibadah puasa bagi si-kaya dan si-miskin adalah sama. Sama-sama lapar, sama-sama haus, sama-sama lemah. Kesamaan yang membangun solidaritas sosial, kepekaan, kepedulian dan kesantunan. Energi positif yang hanya ditemukan aura kasihnya di bulan suci Ramadan kamil. Platform yang sudah disepakati berupa perjanjian bersama (mitsaq) antara manusia dan Tuhan di alam roh sebelum manusia diturunkan ke bumi (dunia). en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI MENGGAPAI KEMAAFAN MELALUI NILAI RAMADAN en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account