ARTIKEL OPINI SALAT MEMBANGUN FONDASI PERADABAN

Show simple item record

dc.contributor.author Ma'ruf, Ma'ruf
dc.date.accessioned 2026-01-20T03:05:54Z
dc.date.available 2026-01-20T03:05:54Z
dc.date.issued 2026-01-20
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8223
dc.description.abstract SALAT menjadi sangat spesial bila diartikan ibadah. Para Nabi dan Rasul yang telah diutus Allah, mereka mendirikan salat. Nabi Adam 'alaihissalam mendirikan salat subuh. Salat dua rakaat, dengan doa yang sangat terkenal: Rabbana (Tuhan kami), kami telah menganiaya diri kami, sekira Engkau tidak mangampuni kami dan tidak menyayangi kami, pasti kami termasuk orang-orang yang aniaya. Nabi Musa juga mendirikan salat. "Sesungguhnya Aku adalah Allah. Tidak ada Tuhan kecuali Aku. Maka sembahlah Aku. Dan dirikan salat untuk mengingat Aku." (Taha:14). Demikian pula Nabi Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, Maryam dan Isa putera Maryam. Tegasnya, salat merupakan ibadah yang paling tua. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI SALAT MEMBANGUN FONDASI PERADABAN en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account