| dc.description.abstract |
Memahami dunia dalam posisi yang dijalankan-nya sebagai makhluk yang
memerankan tugas, ibarat sahabat. Setiap orang yang pasti menuju akhirat, niscaya
tangga, jalur dan jalan-nya adalah dunia. Dalam konteks kehidupan, dunia tidak
selamanya jahat, dan dunia tidak selamanya baik. Diperlukan kearifan untuk
memberlakukan dunia dalam sifat netral, menjadi sifatnya. Misal, dunia tidak kekal,
maka jangan mengingini kekekalan dengan-nya. Namun berlakukan-lah dunia
sesuai dengan sifat kesementaraan-nya (temporal). Dunia bersifat menipu
(imitation), jangan terpedaya oleh tipuan dunia. Dunia bersifat menghibur (musik),
jangan lupa dengan kehidupan yang sesungguhnya (akhirat). Dunia merupakan
tempat permainan, bermain dengan benar, sebab ada wasit dalam permainan yang
mencatat skor waktu dan menentukan nilai kalah atau menang. |
en_US |