<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Surat Kabar/Koran</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7746</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 10:05:24 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-23T10:05:24Z</dc:date>
<item>
<title>ARTIKEL OPINI KRITERIA KEPEMIMPINAN</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8678</link>
<description>ARTIKEL OPINI KRITERIA KEPEMIMPINAN
Sabran, Ma'ruf Zahran
KINI, sering pembicaraan tidak dapat ditafsirkan apakah sekadar permainan kata-kata, &#13;
atau serius? Sulit membedakannya. Banyak orang yang awalnya baik, akhirnya jahat. Ada pula &#13;
orang yang awalnya jahat, akhirnya baik. &#13;
Akhir zaman ditandai sulit memercayai perkataan manusia. Perkataan mudah berubah &#13;
dan perjanjian mudah diingkari. Contohnya, janji oknum politik sebagai pemberi harapan palsu &#13;
(PHP). Sebelum duduk di parlemen 100 persen janjinya. Setelah duduk menjadi anggota &#13;
parlemen, sisa 0 persen. Namun konstituen lupa  akan kejahatan yang pernah dibuat mereka yaitu &#13;
ingkar janji. Siklus lima tahunan cukup untuk menghapus ingatan rakyat pemilih. Rakyat pemilih &#13;
terperosok di lubang yang sama sebanyak dua atau tiga kali. Inikah yang disebut pemilih cerdas?
</description>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8678</guid>
<dc:date>2026-01-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ARTIKEL OPINI MEMPERKUAT PARTISIPASI SEMESTA WUJUDKAN PENDIDIKAN BERMUTU  UNTUK SEMUA</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8677</link>
<description>ARTIKEL OPINI MEMPERKUAT PARTISIPASI SEMESTA WUJUDKAN PENDIDIKAN BERMUTU  UNTUK SEMUA
Sabran, Ma'ruf Zahran
TEMA memperingati HARDIKNAS tahun 2026 di atas, menuntut semua elemen &#13;
masyarakat untuk terlibat guna pendidikan berkualitas untuk semua. Partisipasi yang diperluas &#13;
bahwa pendidikan bermutu tidak hanya kewajiban negara, tapi juga semesta. Meski demikian, &#13;
pemerintah jangan berlepastangan dengan cara menurunkan anggaran pendidikan. Apapun yang &#13;
bermutu pasti melibatkan unsur finansial mahal. Penguatan infrastruktur penting, penguatan &#13;
militer penting, penguatan pangan nasional penting. Pendidikan juga penting, sebab hanya guru &#13;
yang sanggup melahirkan banyak profesi di dunia ini. Melalui alumni yang berkiprah di semua &#13;
lini.
</description>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8677</guid>
<dc:date>2026-01-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ARTIKEL OPINI MEMULAI PERUBAHAN SEKARANG</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8676</link>
<description>ARTIKEL OPINI MEMULAI PERUBAHAN SEKARANG
Sabran, Ma'ruf Zahran
PROFIL seseorang lebih kuat saat berbasis perbuatan daripada perkataan. Bagaimana &#13;
caranya memberlakukan orang lain dan keluarga. Terlebih di posisi puncak keberadaan, &#13;
kekuasaan, kewenangan seseorang, sehingga semua mata bisa memandang. Artinya, bagi &#13;
seorang pejabat publik, berkewajiban untuk menjaga moral bangsa. Maka hukum sunnah bagi &#13;
rakyat, mesti berhukum wajib bagi raja. Sebab raja menjadi panutan sekaligus sorotan. Apa yang &#13;
menjadi hukum makruh untuk rakyat, layak berhukum haram untuk raja. Karena perkataan dan &#13;
perbuatan raja ditiru sekaligus digugat. Kini, daya kontrol untuk raja lebih luas, saat media sosial &#13;
telah menghakimi, meskipun belum ada putusan hukum. Reputasi seseorang kadang melejit naik &#13;
karena komen netizen di dunia maya. Reputasi seseorang kadang drastis melesat turun juga &#13;
karena komen netizen. Palu hakim belum dijatuhkan, oknum sudah terhakimi secara sepihak. &#13;
Pada satu sisi, media sosial sebagai kontrol. Pada sisi lain, ia juga memainkan fungsi sanggup &#13;
menjatuhkan seseorang dari kursi kekuasaan. Paparazi ada di mana-mana, siap meliput &#13;
keberadaan seseorang, meski bersembunyi di lubang biawak.
</description>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8676</guid>
<dc:date>2026-01-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ARTIKEL OPINI PRINSIP SALING MENGERTI DAN MENGHARGAI DALAM KOMUNIKASI</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8675</link>
<description>ARTIKEL OPINI PRINSIP SALING MENGERTI DAN MENGHARGAI DALAM KOMUNIKASI
Sabran, Ma'ruf Zahran
HARI ini, kita bekerja tidak semata sekadar butuh gaji. Tapi juga atmosfer lingkungan &#13;
kerja yang kondusif bagi kesehatan karyawan. Hari ini, rumah tangga tidak sebatas ruang makan &#13;
dengan suguhan menu yang mewah. Suami bisa mendapatkannya di restoran. Hari ini, rumah &#13;
tangga tidak sekadar ruang tidur yang lux, tempat tidur yang empuk. Suami dapat menghadirkan &#13;
kenyamaan di hotel. Apa yang dikehendaki suami adalah rasa hormat dari istrinya. Perlu &#13;
menjalin komunikasi yang saling mengerti. Prinsip kesalingan yang menjadikan rumah tangga &#13;
dan masyarakat menjadi rukun damai. &#13;
Prinsip saling yang sesungguhnya sejalan, sejiwa, sehaluan dengan nilai Qurani, saling &#13;
menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran (baca Al-'Ashr:4). Jika &#13;
kebenaran sebuah prinsip, maka kesabaran sebuah strategi. Kesalingan menunjukkan nasehat &#13;
mengandung dua arah. Kadang kita menasihati dan kadang kita dinasehati, keduanya adalah &#13;
perbuatan mulia.
</description>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8675</guid>
<dc:date>2026-04-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
