<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>TA-Manajemen Dakwah</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/22</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 10:19:51 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T10:19:51Z</dc:date>
<item>
<title>MANAJEMEN PELATIHAN PADA LEMBAGA DAKWAH CENTRE INDONESIA NURUL MUSTHOFA KALIMANTAN BARAT</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7805</link>
<description>MANAJEMEN PELATIHAN PADA LEMBAGA DAKWAH CENTRE INDONESIA NURUL MUSTHOFA KALIMANTAN BARAT
Darmawan, Muhammad Ferri
Muhammad Ferri Darmawan (12108027), Manajemen Pelatihan Pada Lemabaga Dakwah Centre Indonesia Nurul Musthofa Kalimantan Barat: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program Studi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen pelatihan yang dilakukan oleh Dakwah Centre Indonesia Nurul Musthofa, serta mengidentifikasi outcome yang dihasilkan dari pelatihan tersebut. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh kondisi masyarakat Islam di Kalimantan Barat yang masih kekurangan tenaga dakwah profesional, seperti imam, khatib, dan petugas fardhu kifayah yang memiliki kompetensi memadai. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam untuk menggali perspektif dan pengalaman informan, observasi langsung terhadap aktivitas lembaga guna memperoleh data kontekstual, serta dokumentasi sebagai pelengkap data sekunder. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposif, terdiri dari pembina lembaga yang memberikan pandangan strategis, ketua organisasi yang terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan, serta alumni pelatihan yang memberikan refleksi atas dampak dan keberlanjutan program.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan dilaksanakan secara terstruktur mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Lembaga menerapkan strategi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan didukung oleh struktur organisasi yang kompeten. Outcome yang dihasilkan meliputi peningkatan kompetensi peserta dalam bidang dakwah, kemampuan menyampaikan khutbah dengan baik, serta kesiapan menjalankan tugas-tugas keagamaan secara profesional. Kesimpulannya, manajemen pelatihan yang diterapkan oleh Dakwah Centre Indonesia Nurul Musthofa terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas umat serta menjawab tantangan dakwah di era modern.
</description>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7805</guid>
<dc:date>2025-07-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STRATEGI DAKWAH JAMAAH TABLIGH DI MASJID AN NUR DESA  NUSAPATI KABUPATEN MEMPAWAH</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7787</link>
<description>STRATEGI DAKWAH JAMAAH TABLIGH DI MASJID AN NUR DESA  NUSAPATI KABUPATEN MEMPAWAH
Maulidiansyah, Imam
IMAM MAULIDIANSYAH, NIM 11833030. “Strategi Dakwah Jamaah Tabligh Di Masjid An Nur Desa Nusapti kabupaten Mempawah Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam Program Studi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,2025.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Strategi Dakwah Jamaah tabligh Di Masjid An Nur Desa Nusapti kabupaten Mempawah’Penelitian ini menjelaskan tentang: 1) Strategi Perencanaan Dakwah Jamaah Tabligh, 2) Strategi Pelaksanaan Dakwah Jamaah Tabligh, 3) Strategi Evaluasi Dakwah Jamaah Tabligh.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. Sumber data primer terdiri dari ustad Jamaah tabligh, ketua masjid An nur, Anggota jamaah tabligh dan Masyarakat. Sedangkan data skunder terdiri dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan alat pengumpulan data adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data penelitian ini melalui triangulasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukan Strategi Dakwah Jamaah Tabligh dalam Berdakwah di Masjid An Nur Desa Nusapati terdiri dari: 1)Tahapan perencanaan Melakukan Musyawarah Halaqah Dan Mahala. 2)Tahapan Pelaksanaan dilakukan dengan Mengirim Rombongan Dakwah, Menjadikan Masjid sebagai pusat Dakwah, Usaha Jaulah. 3)Tahapan Evaluasi dilakukan Dengan Melakukan Musyawarah harian Dan Musyawarah Minggua dan Kalkujari Amal dan Ahwal.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7787</guid>
<dc:date>2025-07-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>MANAJEMEN PENGELOLAAN MASJID AL-MUHTADIN PONTIANAK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7785</link>
<description>MANAJEMEN PENGELOLAAN MASJID AL-MUHTADIN PONTIANAK
AL AKBAR, RAMA ZENEPER
Rama Zeneper Al Akbar: 11833046, Manajemen Pengelolaan Masjid AlMuhtadin Pontianak. Program Studi Manajemen Dakwah. Fakultas Dakwah dan&#13;
Komunikasi Islam. Institut Agama Islam Negeri Pontianak. 2025/1447 H.&#13;
Masalah dalam pengelolaan masjid dapat menyebabkan gangguan pada&#13;
fungsi manajemen masjid. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan&#13;
manajemen pengelolaan Masjid Al-Muhtadin Pontianak. (2) mendeskripsikan&#13;
faktor penghambat dalam pengelolaan Masjid Al-Muhtadin Pontianak.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.&#13;
Penelitian dilakukan di Masjid Al-Muhtadin Pontianak. Subjek penelitian ini terdiri&#13;
dari satu ketua masjid, satu wakil ketua masjid, satu sekretaris masjid, dan satu&#13;
bendahara masjid. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam,&#13;
observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan&#13;
teknik triangulasi sumber dilakukan dengan mengkaji data dari berbagai&#13;
narasumber mengenai manajemen pengelolaan Masjid Al-Muhtadin Pontianak dan&#13;
faktor-faktor penghambatnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif&#13;
kualitatif model interaktif dengan tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data,&#13;
penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) manajemen pengelolaan Masjid AlMuhtadin Pontianak dilakukan dengan membuat perencanaan, pengorganisasian,&#13;
pelaksanaan, dan pengawasan serta evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan&#13;
menyusun rencana strategi atau program kerja jangka pendek dan jangka panjang,&#13;
rencana anggaran tahunan, rencana kegiatan utama masjid, serta mengelola dan&#13;
memanfaatkan sumber daya yang ada (dana, fasilitas, dan sumber daya manusia).&#13;
Pengorganisasian dilakukan dengan mengatur kegiatan operasional sehari-hari,&#13;
pembagian tugas dan tanggung jawab antar pengurus masjid, dan melakukan&#13;
koordinasi antar bidang dalam pengelolaan masjid. Pelaksanaan dilakukan dengan&#13;
melaksanakan program-program yang telah dibuat, mengatasi program jika&#13;
mengalami kendala saat dilaksanakan, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan&#13;
masjid. Pengawasan dan evaluasi dilakukan dengan melakukan pengawasan&#13;
terhadap pelaksanaan program, evaluasi berkala terhadap kinerja pengurus dan&#13;
kegiatan masjid, menyetujui hasil evaluasi, menetapkan indikator keberhasilan&#13;
dalam pengelolaan masjid, mengukur dampak kegiatannya terhadap masyarakat,&#13;
dan mekanisme untuk mendapatkan umpan balik dari jamaah terkait pengelolaan&#13;
masjid. (2) Faktor penghambat dalam pengelolaan Masjid Al-Muhtadin Pontianak&#13;
terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor penghambat internal, yaitu&#13;
kurangnya kesadaran dan partisipasi aktif jamaah memakmurkan dan menjaga&#13;
masjid serta adanya konflik internal pengurus. Faktor penghambat eksternal, yaitu&#13;
kurangnya dukungan dari masyarakat dan masalah pendanaan masjid.
</description>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7785</guid>
<dc:date>2025-07-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PELAKSANAAN KEGIATAN PRASMANAN MUNZALAN (PRAZA) DI MASJID KAPAL MUNZALAN PONTIANAK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7771</link>
<description>PELAKSANAAN KEGIATAN PRASMANAN MUNZALAN (PRAZA) DI MASJID KAPAL MUNZALAN PONTIANAK
Arindi, Ayu
AYU ARINDI, Pelaksanaan Kegiatan Prasmanan Munzalan (PRAZA) di&#13;
Masjid Kapal Munzalan Pontianak: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Program&#13;
Studi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat: 1. Mengetahui Rencana dan kebijakan&#13;
kegiatan Prasmanan Munzalan (PRAZA) di Masjid Kapal Munzalan Pontianak; 2.&#13;
Menggerakkan para pihak untuk pelaksanaan kegiatan Prasmanan Munzalan (PRAZA)&#13;
di Masjid Kapal Munzalan Pontianak; 3. Manfaat dari kegiatan Prasmanan Munzalan&#13;
(PRAZA) bagi peningkatan fungsi masjid di Masjid Kapal Munzalan Pontianak.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.&#13;
Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik&#13;
pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara terstruktur, observasi dan&#13;
dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi&#13;
data, penyajian data, dan conclusion drawing atau penarikan kesimpulan. Untuk&#13;
keabsahan data peneliti menggunakan member check dan triangulasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PRAZA mencakup tiga aspek&#13;
utama: 1. Perencanaan dan kebijakan, yang diawali dengan identifikasi kebutuhan&#13;
jamaah, penyusunan anggaran, serta pembagian tugas pengurus; 2. Penggerakan para&#13;
pihak, yang melibatkan kolaborasi dengan donatur tetap serta pengorganisasian tim&#13;
pelaksana yang memiliki struktur jelas; dan 3. Manfaat kegiatan, di mana PRAZA&#13;
terbukti memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga&#13;
sebagai pusat pelayanan sosial dan ruang interaksi lintas masyarakat. Kegiatan ini&#13;
dilaksanakan setiap Jumat secara konsisten dan terbuka bagi siapa pun yang hadir.&#13;
Berbeda dengan program sejenis di masjid lain, PRAZA menyajikan makanan secara&#13;
prasmanan dengan variasi menu dan pengelolaan profesional. Temuan ini menegaskan&#13;
bahwa keberhasilan kegiatan sosial berbasis masjid bergantung pada manajemen yang&#13;
terstruktur, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan sumber daya. PRAZA dapat&#13;
dijadikan model ideal dalam pengembangan program sosial masjid yang inklusif dan&#13;
berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7771</guid>
<dc:date>2025-07-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
