<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Vol 12, No 2 (2018)</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/2096</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 10:04:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-11T10:04:27Z</dc:date>
<item>
<title>INTERAKSI SOSIAL DALAM PELAYANAN AKADEMIK   DALAM KEHIDUPAN PENDIDIKAN TINGGI  DITINJAU DARI TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/3132</link>
<description>INTERAKSI SOSIAL DALAM PELAYANAN AKADEMIK   DALAM KEHIDUPAN PENDIDIKAN TINGGI  DITINJAU DARI TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK
Baharuddin
Interaksi sosial secara global memberikan gambaran bahwa dalam dunia &#13;
pendidikan maupun masyarakat luas diperlukan pemahaman yang baik dalam &#13;
pencapaian kehidupan serta kebaikan bersama. Secara global interkasi yang terbangun &#13;
dalam dunia pendidikan baik itu dosen, mahasiswa dan karyawan harus serasi sesuai &#13;
tujuan dari pendidikan tersebut. Pendidikan merupakan upaya pencerdasan masyarakat &#13;
serta anak bangsa, kedepannya dalam pendidikan ditanamakan aspek yang berkaitan &#13;
dengan ilmu yang mempelajari makna hubungan antara manusia satu dengan yang &#13;
lainnya tidak melihat pada perbedaan tetapi mengedepankan persamaan. Metode serta &#13;
strategi harus tepat digunakan dalam memberikan arahan pada peserta didik. Dalam &#13;
hubungan masyarakat luas banyak hal-hal yang tidak jelas diungkapkan secara kata-kata &#13;
(lisan) berangkat dari hal tersebut teori interaksionisme simbolik yang ada harus dipahami &#13;
sehingga tidak terjadi salah komunikasi atau interkasi terbangun berjalan kurang baik. &#13;
Simbol-simbol dari kehidupan harus dijabarkan secara baik sehingga terlihat secara utuh &#13;
sehingga terbangunlah hubungan yang harmonis dengan sesama manusia, terutama &#13;
dalam melayanani mahsiswa yang memerlukan bantuan secara cepat dan tepat &#13;
dilakukan, dalam hal ini penulis melayani mahasiswa yang mau membuat transkip nilai &#13;
baik sementara maupun transkip nilai akdemik (transkip nilai akhir) setelah ujian skripsi &#13;
selanjutnya dimasukkan dalam data alumni.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/3132</guid>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ASIMILASI SOSIAL MUALLAF TIONGHOA  DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT KOTA PONTIANAK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/3130</link>
<description>ASIMILASI SOSIAL MUALLAF TIONGHOA  DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT KOTA PONTIANAK
Baharuddin
This research aims at describing a social assimilation of Tionghua muallaf&#13;
(converted Muslim) residing in West Pontianak County, Pontianak City of West &#13;
Kalimantan. There are several important findings of this work with regards to the Tionghua &#13;
muallaf including; Social Condition Group of Tionghoa Muallaf In West Pontianak District, &#13;
Assimilate Process of Tionghoa Muallaf After Entering Islam, and Resistances Group of &#13;
Tionghoa Muallaf.&#13;
The social condition of the muallaf suggests that they convert to Islam due to &#13;
several reasons including their new marital life, receiving hidayah (guidance) from Allah, &#13;
having knowledge about Islam before converting to Islam, having seen the benefits and &#13;
chances in their life such as satisfaction, peace, prosperity, patient, high respect to gifts &#13;
from Allah and wanting to have a better life and clean heart in life.The convert process &#13;
includes through religious clerics, the local offices of religious affair (Kantor Urusan &#13;
Agama), extended parents and respected public figures; the assimilation process of the &#13;
Tionghua muallaf shows that the Tionghua muallaf have not had better social relation with &#13;
their Muslim neighbors, not been courageous enough to practice their Islam in public &#13;
sphere, not done better assimilation within their new communities and not decided their &#13;
direction of their new life with Islam; the discussion of constrain issues of the Tionghua &#13;
muallaf indicate that they practice close relation within them, do not have jobs, do not &#13;
have good motivations of life due to their lacks of hard work courage, they are low respect &#13;
to their opportunities and self capabilities, selfish and less public care, good &#13;
communication, less understanding of their new life, do not have enough time to study &#13;
Islam due to the limitation of available teachers, practice Islam with instant hopes, think &#13;
about economic benefits in all activities and are less involved in both formal and informal &#13;
religious support institutions.&#13;
Based on the above findings the work proposes some important recommendations &#13;
including (1) it is important to encourage/develop a better relationship model; (2) it is also &#13;
important to encourage/develop an Islamic and based-on-Qur’an-and-Hadist environment &#13;
for the Tionghua muallaf; (3) if there is any problems and issues related to practicing Islam &#13;
the muallaf should soon ask Islamic clerics and teachers; (4) it is important to give &#13;
guidance and care to the muallaf having low courage to maximally practice their new &#13;
religion; and (5) there should be a call to practice harmonic life within the Tiongoua &#13;
muallaf with better daily interaction, care and hospitality.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/3130</guid>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/3129</link>
<description>BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
Baharuddin
Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola &#13;
budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang &#13;
terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan &#13;
hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman&#13;
mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/3129</guid>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EKSPRESI TOLERANSI BERAGAMA MSYARAKAT KALBAR</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/2098</link>
<description>EKSPRESI TOLERANSI BERAGAMA MSYARAKAT KALBAR
Rosdiawan, Ridwan; Halimah, Halimah
Heterogenitas struktur masyarakat di Kalimantan Barat terepresentasikan dari eksistensi beragam etnis, kultur, bahkan relijiusitas. Di banyak tempat di propinsi ini, keragaman itu bahkan terjadi dalam situasi pembauran yang benar-benar intens. Sekat-sekat identitas individu dan kolektif seringkali menjadi kabur dalam proses interaksi, meskipun simbol-simbol ke-khas-annya begitu kentara bersuara. Eksistensi kelenteng di Desa Kumpai Besar adalah sebuah potret dimana symbol kekhasan identitas sebuah kelompok masyarakat justru telah menjadi “kepemilikan kolektif” masyarakat sekitar.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/2098</guid>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
