<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>TA-Komunikasi Penyiaran Islam</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/20</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 14:34:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-16T14:34:27Z</dc:date>
<item>
<title>STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH MAJELIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ULAMA KECAMATAN TELOK PAKEDAI DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI “ASWAJA” DI MUALAF CENTER</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8642</link>
<description>STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH MAJELIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ULAMA KECAMATAN TELOK PAKEDAI DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI “ASWAJA” DI MUALAF CENTER
VIANDRO, RAVICO
RAVICO VIANDRO (12105007), Strategi Komunikasi Dakwah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Telok Pakedai Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Aswaja Di Mualaf Center: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Prodi Komunikasi Penyiaran dan Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2025.&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dakwah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Telok Pakedai dalam menanamkan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) kepada para mualaf di Mualaf Center Desa Sungai Deras. Fokus penelitian ini meliputi: 1) aktor atau dai yang terlibat dalam pembinaan mualaf; 2) isi materi dakwah yang disampaikan; dan 3) metode komunikasi dakwah yang digunakan dalam proses pembinaan.&#13;
	Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif-analisis. Lokasi penelitian di Desa Sungai Deras, sumber data primer, sumber data sekunder, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi, dan kemudian teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan member check.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah MWC NU dilakukan melalui struktur organisasi yang melibatkan Ketua MWC NU, Rois Syuriah, para ustadz lokal, serta tokoh masyarakat setempat sebagai pendamping langsung bagi mualaf. 1) Dai yang ditugaskan berasal dari latar belakang pondok pesantren. 2) Materi dakwah yang disampaikan menekankan ajaran Aswaja, mencakup akidah Asy’ariyah-Maturidiyah, fikih mazhab Syafi’i, praktik ibadah, tradisi keagamaan NU, serta penguatan akhlak tasawuf. 3) Metode dakwah yang digunakan meliputi metode bil hal, bil hikmah, mau’izhah hasanah, dan pendampingan bil-hal melalui pembiasaan ritual keagamaan seperti pengajian rutin, tahlil, dan praktik ibadah harian. Strategi tersebut terbukti mampu memperkuat pemahaman keagamaan mualaf secara bertahap serta membentuk penerimaan terhadap nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sosial-keagamaan mereka di tengah masyarakat.
</description>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8642</guid>
<dc:date>2026-01-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STRATEGI PENGEMASAN PESAN MELALUI INSTAGRAM DALAM MENARIK MINAT DONASI PADA YAYASAN SEKOLAH QUR’AN DI KOTA PONTIANAK (ANALISIS FRAMING PADA AKUN INSTAGRAM @sekolah qur’an.id )</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8616</link>
<description>STRATEGI PENGEMASAN PESAN MELALUI INSTAGRAM DALAM MENARIK MINAT DONASI PADA YAYASAN SEKOLAH QUR’AN DI KOTA PONTIANAK (ANALISIS FRAMING PADA AKUN INSTAGRAM @sekolah qur’an.id )
KARTINI, TRI
TRI KARTINI, Strategi Penggunaan Instagram Dalam Menarik Minat Donasi Di Yayasan Sekolah Qur’an Keluarga Kita Di Kota Pontianak  (Analisis Framing Pada Akun instagram Sekolah Qur’an Id ) Fakultas  Dakwah dan Komunikasi Islam , Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. &#13;
Penelitian ini menganalisis strategi pengemasan pesan donasi pada akun Instagram Yayasan Sekolah Qur’an Keluarga Kita di Pontianak sebagai respons terhadap tantangan digital noise dan skeptisisme publik di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedah bagaimana strategi pengemasan pesan dilakukan guna meningkatkan minat donasi serta mengidentifikasi karakteristik pesan yang diminati audiens melalui perspektif analisis framing model William A. Gamson dan Andre Modigliani. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Framing model William A. Gamson dan Andre Modigliani.  dengan teknik pengumpulan data melalui observasi konten Instagram, serta dokumentasi. Analisis data difokuskan pada dua perangkat utama Gamson, yaitu perangkat pembingkaian (framing devices) dan perangkat penalaran (reasoning devices). &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi pengemasan pesan dilakukan melalui perangkat pembingkaian yang kuat, di antaranya penggunaan metafora "Investasi Akhirat" dan teknik video POV estetik, slogan (catchphrases) melalui strategi repost yang repetitif, serta penggambaran (depiction) melalui konsep "Dakwah-tainment" yang menghibur untuk memecah kekakuan formalitas lembaga. (2) Melalui perangkat penalaran, Yayasan mengidentifikasi akar masalah berupa hambatan komunikasi digital (credibility gap), yang diatasi dengan prinsip moral Ihsan—yakni mengemas pesan kebaikan dengan kualitas sinematografi profesional. (3) Pesan yang paling diminati   yaitu  penggunaan metafora seperti "celengan akhirat" dan "obat sedih" berhasil mengubah persepsi donasi dari beban finansial menjadi investasi spiritual dan solusi psikologis. Perangkat pembingkaian diperkuat dengan otoritas teks suci dan visualisasi sosok santri untuk membangun legitimasi moral serta empati donatur. Dari sisi penalaran, organisasi membingkai kedermawanan sebagai solusi atas akar masalah keterikatan harta yang menghambat kualitas batin. Strategi ini secara efektif menawarkan konsekuensi ganda berupa dukungan nyata bagi pejuang Al-Qur'an sekaligus jaminan ketenangan spiritual bagi pengirimnya.
</description>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8616</guid>
<dc:date>2026-01-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI DESA DURIAN, SUNGAI AMBAWANG</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8589</link>
<description>KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI DESA DURIAN, SUNGAI AMBAWANG
ATMAN, GAGAH GHAISAN ATUR
Gagah Ghaisan Atur Atman (NIM 12105030) dengan judul Komunikasi Antarbudaya dalam Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural di Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang.&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas masyarakat Desa Durian yang bersifat multikultural dan dihuni oleh berbagai etnis, seperti Jawa, Melayu, Dayak, dan Madura, yang memiliki perbedaan bahasa, nilai, serta gaya komunikasi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi antarbudaya dalam interaksi sosial masyarakat, mengidentifikasi bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan, serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi antarbudaya di lingkungan masyarakat desa.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh masyarakat serta warga dari berbagai latar belakang etnis. Data dianalisis dengan menggunakan teori komunikasi antarbudaya, teori interaksi sosial, dan konsep multikulturalisme untuk memahami dinamika komunikasi yang terjadi di lapangan secara mendalam dan kontekstual.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya di Desa Durian berlangsung secara adaptif. Masyarakat cenderung menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam interaksi lintas etnis, disertai dengan penyesuaian intonasi, gaya bicara, dan sikap komunikasi sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Nilai-nilai lokal seperti toleransi, gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghormati menjadi faktor utama yang mendukung terjalinnya komunikasi antarbudaya yang efektif. Adapun hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi perbedaan gaya komunikasi dan adanya stereotip antar etnis, namun hambatan tersebut dapat diminimalisir melalui intensitas interaksi sosial, dialog terbuka, serta kesadaran akan pentingnya komunikasi lintas budaya.&#13;
Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan integrasi sosial masyarakat multikultural di Desa Durian. Secara khusus, keberhasilan komunikasi antarbudaya ditentukan oleh kemampuan adaptasi bahasa, sikap saling menghargai, serta penguatan nilai-nilai lokal yang berfungsi sebagai perekat hubungan sosial di tengah keberagaman budaya.
</description>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8589</guid>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PROSES PRODUKSI KONTEN YOUTUBE MELAYU TV EPISODE RAJA ALI HAJI GURINDAM 12</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8588</link>
<description>PROSES PRODUKSI KONTEN YOUTUBE MELAYU TV EPISODE RAJA ALI HAJI GURINDAM 12
SAFRIAN, AFRIDO
AFRIDO SAFRIAN (11905099), Proses Produksi Konten Youtube Melayu TV Episode Raja Ali Haji Gurindam 12. Skripsi : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026. &#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dokumentasi dan pemahaman proses produksi konten digital yang bersifat edukatif dan kultural, khususnya konten YouTube Melayu TV episode Raja Ali Haji  Gurindam 12. Konten ini mengangkat karya sastra Melayu klasik yang sarat nilai moral dan budaya, sehingga pemahaman terhadap proses produksinya menjadi penting untuk mengetahui bagaimana nilai edukatif dan kultural disampaikan secara efektif kepada audiens digital. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan proses produksi konten YouTube Melayu TV episode Raja Ali Haji  Gurindam 12; 2) mendeskripsikan proses produksi konten YouTube Melayu TV episode Raja Ali Haji  Gurindam 12; dan 3) mendeskripsikan proses pasca produksi konten YouTube Melayu TV episode Raja Ali Haji  Gurindam 12.&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian meliputi produser, videografer dan editor, narator/pengisi suara konten YouTube. Lokasi penelitian berada di Jl. Ade Irma Suryani no 9, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data melalui triangulasi, member check, dan catatan lapangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pra produksi konten YouTube episode Raja Ali Haji  Gurindam 12 meliputi: a) Penentuan Ide dan Tujuan Konten. b) Riset Materi dan Pengumpulan Referensi. c) Penyusunan Naskah (Script Writing). d) Persiapan Alat dan Tim Produksi 2) Proses Produksi konten YouTube episode Raja Ali Haji  Gurindam 12 meliputi: a) Teknis Produksi, b) Proses Pengambilan Gambar (Shooting). c) Perekaman Audio dan Voice Over. d) Koordinasi dan Pengawasan Produksi. 3) Proses Pasca Produksi konten YouTube episode Raja Ali Haji  Gurindam 12 meliputi: a) Penyuntingan Video  (Video Editing). b) Penyuntingan dan Penyesuaian Audio. c) Penambahan Musik Latar dan Efek Visual. d) Penyisipan Teks dan Subtitle. e) Review dan Revisi Final. f) Export dan Pengunggahan ke YouTube.
</description>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8588</guid>
<dc:date>2026-01-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
