<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>FEBI</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/10</link>
<description>Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam</description>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 10:19:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T10:19:52Z</dc:date>
<item>
<title>Peluang dan Tantangan Bank Syariah di Era Digital Studi Kasus Implementasi Financial Technology (Fintech) di Bank Muamalat Pontianak</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7896</link>
<description>Peluang dan Tantangan Bank Syariah di Era Digital Studi Kasus Implementasi Financial Technology (Fintech) di Bank Muamalat Pontianak
Purnamasari, Desi
DESI PURNAMASARI, NIM 12107102, Peluang dan Tantangan Bank &#13;
Syariah Di Era Digital Studi Kasus Implementasi Financial Technology &#13;
(Fintech) Di Bank Muamalat Pontianak: Fakultas Ekonomi dan Bisnis &#13;
Islam, Jurusan Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) &#13;
Pontianak, 2025 &#13;
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Peluang dalam &#13;
implementasi fintech pada Bank Muamalat Pontianak (2) Tantangan yang &#13;
dihadapi terkait implemetasi fintech pada Bank Muamalat Pontianak. &#13;
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode &#13;
deskriptif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, yaitu &#13;
dengan menentukan pihak-pihak yang dianggap memahami dan terlibat &#13;
langsung dalam implementasi fintech di Bank Muamalat Pontianak. &#13;
Informan terdiri dari enam orang, yaitu empat karyawan (meliputi bagian &#13;
operasional, layanan, pemasaran, dan manajemen) serta dua orang nasabah &#13;
pengguna layanan digital Muamalat DIN dan QRIS. Data dikumpulkan &#13;
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis &#13;
menggunakan kerangka SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, &#13;
kelemahan, peluang, dan ancaman. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech memberi peluang besar &#13;
bagi Bank Muamalat Pontianak dalam memperluas jangkauan layanan, &#13;
terutama ke segmen generasi muda, pelaku UMKM, serta layanan berbasis &#13;
haji dan umrah. Layanan digital seperti Muamalat DIN dan QRIS terbukti &#13;
meningkatkan efisiensi, mempercepat transaksi, dan tetap sesuai dengan &#13;
prinsip syariah. Meski demikian, penerapan fintech masih menghadapi &#13;
sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, isu &#13;
keamanan data, keterbatasan infrastruktur jaringan, serta gangguan teknis &#13;
pada sistem. Hambatan ini berpotensi memengaruhi kepercayaan nasabah &#13;
terhadap layanan digital.
</description>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7896</guid>
<dc:date>2025-11-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Peserta Di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7883</link>
<description>Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Peserta Di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak
Mariana, Dina
DDina Mariana (12115039), “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan &#13;
Peserta di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak”. Fakultas Ekonomi &#13;
dan Bisnis Islam, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Institut Agama Islam &#13;
Negeri (IAIN) Pontianak 2025. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap &#13;
kepuasan peserta di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak. Pendekatan &#13;
yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif &#13;
kausal. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder. &#13;
Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik slovin. &#13;
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang &#13;
disebarkan melalui Google From. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan &#13;
SPSS versi 26.  &#13;
Hasil pengujian dan hasil analisis data menunjukan bahwa, kualitas pelayanan &#13;
berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan peserta dengan nilai sig 0,000 &lt; 0,05 &#13;
dan nilai thitung 28,353 &gt; dari ttabel sebesar 1,1984467.
</description>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7883</guid>
<dc:date>2025-11-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran Lembaga Keuangan Syariah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Ketapang Kecamatan Sungai Laur</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7879</link>
<description>Peran Lembaga Keuangan Syariah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Ketapang Kecamatan Sungai Laur
Anwar, Nabila
Nabila Anwar, “Peran Lembaga Keuangan Syariah Baitul Maal Wa Tamwil &#13;
(BMT) Dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten &#13;
Ketapang Kecamatan Sungai Laur.” Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas &#13;
Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2025. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Peran pendampingan dan &#13;
pembinaan yang dilakukan oleh BMT dalam meningkatkan kapasitas pelaku &#13;
UMKM. 2. Kendala yang dihadapi BMT dalam menyalurkan pembiayaan untuk &#13;
mengembangkan UMKM. 3. Upaya yang dilakukan BMT untuk mengatasi &#13;
kendala dalam penyaluran pembiayaan pelaku UMKM. Metode yang digunakan &#13;
dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan Sumber data &#13;
primer dan sekunder. Infroman dalam penelitian ini terdiri dari Kepala BMT, &#13;
Staff AOAP, dan Anggota/Nasabah BMT. Teknik pengumpulan data melalui &#13;
wawancara secara langsung, observasi, dan dokumentasi. &#13;
Hasil penelitian yang diperoleh bahwa: 1. Peran pendampingan dan &#13;
pembinaan yang dilakukan oleh BMT dalam meningkatkan kapasitas pelaku &#13;
UMKM ialah menyelenggarakan pelatihan manajemen usaha, pendampingan &#13;
keuangan, serta edukasi mengenai prinsip-prinsip ekonomi Islam. Pendekatan &#13;
dilakukan secara personal melalui kunjungan langsung sehingga mampu &#13;
meningkatkan kapasitas usaha serta kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan &#13;
pelaku UMKM. 2. Kendala yang dihadapi BMT dalam menyalurkan pembiayaan &#13;
untuk mengembangkan UMKM antara lain, rendahnya literasi keuangan dan &#13;
pemahaman terhadap skema pembiayaan syariah di kalangan pelaku UMKM, &#13;
keterbatasan administrasi usaha, serta keterbatasan sumber daya manusia dan &#13;
dana dari pihak BMT sendiri. Selain itu, sebagian pelaku usaha masih &#13;
menganggap pembiayaan sebagai bantuan sosial, bukan sebagai kewajiban yang &#13;
harus dikembalikan. 3. Upaya yang dilakukan BMT untuk mengatasi kendala &#13;
dalam penyaluran pembiayaan pelaku UMKM di kecamatan Sungai Laur adalah &#13;
menerapkan sejumlah strategi, antara lain penyederhanaan prosedur administrasi, &#13;
penguatan edukasi syariah, pelatihan kewirausahaan, serta digitalisasi sistem &#13;
pencatatan pembiayaan. BMT juga mengedepankan pendekatan humanis dan &#13;
berbasis nilai ta’awun dalam mendampingi pelaku usaha agar pembiayaan yang &#13;
diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif dan bertanggung jawab.
</description>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7879</guid>
<dc:date>2025-11-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran Kepala Daerah Kalimantan Barat Dalam Mengembangkan Wisata Halal Masjid Raya Mujahidin Pontianak</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7876</link>
<description>Peran Kepala Daerah Kalimantan Barat Dalam Mengembangkan Wisata Halal Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Septiani, Ria
Ria Septiani, Nomor Induk Mahasiswa 12103030. Peran Kepala Daerah &#13;
Kalimantan Barat dalam Pengembangan Wisata Halal masjid Raya Mujahidin &#13;
Pontianaki: Fakultasi Ekonomi  dan Bisnis Islami Negeri (IAINi) Pontianaki &#13;
2025. &#13;
Fenomena berkembangnya wisata halal secara global menunjukkan &#13;
meningkatnya kebutuhan wisatawan muslim terhadap destinasi yang sesuai &#13;
dengan prinsip syariah. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim &#13;
terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor ini secara &#13;
berkelanjutan. Di Kalimantan Barat, Masjid Raya Mujahidin Pontianak menjadi &#13;
ikon penting yang berpotensi sebagai pusat wisata halal karena memiliki nilai &#13;
religius, arsitektural, dan sosial budaya yang tinggi. Namun, pengembangan &#13;
wisata halal di kawasan tersebut belum terstruktur secara optimal dan belum &#13;
sepenuhnya terintegrasi dalam kebijakan pembangunan daerah. Oleh karena itu, &#13;
peran kepala daerah menjadi krusial dalam menginisiasi, mengarahkan, serta &#13;
memfasilitasi kebijakan yang mendukung sinergi antar pemangku kepentingan. &#13;
Penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji sejauh mana peran kepala &#13;
daerah Kalimantan Barat dalam mengembangkan wisata halal di kawasan Masjid &#13;
Raya Mujahidin Pontianak, sebagai upaya mewujudkan destinasi wisata yang &#13;
berdaya saing, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana &#13;
peran kepala daerah Kalimantan Barat dalam pengembangan wisata halal, &#13;
khususnya di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Masjid ini memiliki &#13;
potensi besar sebagai destinasi wisata halal karena letaknya yang strategis, &#13;
arsitektur megah, serta fungsinya yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi &#13;
juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya.  &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field &#13;
research. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak &#13;
pemerintah daerah, pengelola masjid, pelaku UMKM sekitar, dan pengunjung &#13;
tetap masjid.  &#13;
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala daerah &#13;
sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pengembangan wisata halal &#13;
masih belum maksimal. Pemerintah daerah belum menunjukkan inisiatif yang &#13;
konsisten dan terstruktur dalam mendorong Masjid Mujahidin sebagai destinasi &#13;
wisata halal. Upaya yang dilakukan masih bersifat parsial dan tidak terintegrasi, &#13;
sementara sinergi antara pemerintah, pengelola masjid, dan pelaku usaha lokal &#13;
belum terjalin secara optimal. Meskipun demikian, potensi Masjid Mujahidin &#13;
tetap terbuka lebar dengan dukungan branding “Kalbar Rimba dan Budaya” dan &#13;
meningkatnya tren wisata halal secara global.
</description>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7876</guid>
<dc:date>2025-11-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
