<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7746">
<title>Surat Kabar/Koran</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7746</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8900"/>
<rdf:li rdf:resource="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8898"/>
<rdf:li rdf:resource="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8897"/>
<rdf:li rdf:resource="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8896"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-10T01:19:17Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8900">
<title>MOMENTUM PERINGATAN MUHARRAM 1448 HIJRIAH: WUJUDKAN AKHLAK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8900</link>
<description>MOMENTUM PERINGATAN MUHARRAM 1448 HIJRIAH: WUJUDKAN AKHLAK
Sabran, Ma'ruf Zahran
BICARA tentang akhlak mulia tidak bisa dilepaskan dari hati yang bersih (qalbun salim). &#13;
Qalbun salim bisa dinamai fitrah atau kesucian awal mula sifat penciptaan. Surah Arrum ayat 30 &#13;
menerangkan: "Hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus. Adalah fitrah Allah yang &#13;
dengan fitrah itu, Dia menciptakan manusia. Tidak ada perubahan dalam penciptaan Allah. Itulah &#13;
agama yang lurus. Melainkan kebanyakan manusia tidak mengetahui."
</description>
<dc:date>2026-06-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8898">
<title>MENELADANI RASUL DALAM PEMBANGUNAN NEGARA MADINAH</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8898</link>
<description>MENELADANI RASUL DALAM PEMBANGUNAN NEGARA MADINAH
Sabran, Ma'ruf Zahran
KONSTELASI hijrah telah tersusun rapi sebagai rencana Allah yang maha agung, &#13;
sebaik-baik pembuat rencana. Meski sang Nabi melewati masa panjang selama tiga tahun &#13;
diembago sehingga kehilangan status sebagai warga kota Mekah. Tidak sebatas ini, Nabi &#13;
Muhammad, keluarga dan pengikutnya tidak diberi hak sosial, ekonomi, politik. Intinya &#13;
dikeluarkan dari status keluarga besar Quraisy (ju'ila syakhsun ghairu marhum). Atau &#13;
diistilahkan persona non grata dalam semua lini kehidupan. Ketentuan tersebut ditempel di &#13;
dinding Ka'bah yang berbunyi: Tidak boleh melakukan transaksi jual-beli dengan Muhammad &#13;
dan pengikutnya. Tidak boleh melakukan hubungan pernikahan dan hubungan kekeluargaan &#13;
dengan Muhammad dan pengikutnya. Tidak boleh memberikan bantuan apapun kepada &#13;
Muhammad dan pengikutnya. Selama tiga tahun, Muhammad dan pengikutnya meronta, &#13;
kesulitan dan kepayahan hidup di tengah suku Quraisy yang membenci ajakan agama (tauhid).
</description>
<dc:date>2026-01-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8897">
<title>KEARIFAN LOKAL (Menyoroti Akulturasi Budaya dengan Agama)</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8897</link>
<description>KEARIFAN LOKAL (Menyoroti Akulturasi Budaya dengan Agama)
Sabran, Ma'ruf Zahran
Judul di atas sengaja dihadirkan sebagai paper kajian. Jika ditinjau dari perspektif &#13;
sumber, maka budaya dan agama merupakan dua entitas yang berlainan. Budaya berasal dari &#13;
budi dan daya manusia berbasis pemikiran filsafat. Sedangkan agama bersumber dari Tuhan &#13;
berbasis wahyu. Tulisan ini bermaksud mengajak melakukan elaborasi, kolaborasi dan &#13;
konfirmasi budaya dan agama dengan semangat mencari keselarasan, memperluas ruang &#13;
persamaan. Sekaligus mempersempit ruang perbedaan. Diharapkan hasil dari kolaborasi tersebut &#13;
melahirkan horison baru dalam budaya yang beragama dan agama yang berbudaya. Ibarat &#13;
pepatah suku Minang: "Adat basandi syara', syara' basandi Kitabullah."
</description>
<dc:date>2026-01-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8896">
<title>TIGA KLUSTER MANUSIA DALAM MERESPON PERGANTIAN TAHUN</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8896</link>
<description>TIGA KLUSTER MANUSIA DALAM MERESPON PERGANTIAN TAHUN
Sabran, Ma'ruf Zahran
CATATAN takdir kadang memaksa seseorang untuk berhadapan dengan kerasnya &#13;
kehidupan dan persaingan dari tahun ke tahun. Banyak yang berhasil, tapi tidak sedikit &#13;
yang gagal dan terjatuh. Ada yang bangkit lagi atau tenggelam selamanya. Di tengah kurs &#13;
mata uang dolar yang menguat, dan inflasi tinggi. Sehingga mata uang rupiah melemah di &#13;
kalangan mata uang dunia. Banyak hal yang harus diperbaiki diantaranya ialah cara &#13;
merespon keadaan, menyikapi waktu, menanggapi hari ini dan besok dengan perisai &#13;
akhlak. Tanpa akhlak, kita tidak akan pernah bersyukur terhadap limpah-curah rahmat &#13;
yang datang dari Allah. Tidak bersabar terhadap musibah yang mendera. Dan tidak mau &#13;
mencari solusi tepat guna.
</description>
<dc:date>2026-06-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
