<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>12. Karya Ilmiah Populer</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/151" rel="alternate"/>
<subtitle>Terdiri dari artikel koran, majalah dan lainnya</subtitle>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/151</id>
<updated>2026-09-09T00:22:18Z</updated>
<dc:date>2026-09-09T00:22:18Z</dc:date>
<entry>
<title>HIKMAH DIAM</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9624" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sabran, Ma'ruf Zahran</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9624</id>
<updated>2026-08-27T06:45:10Z</updated>
<published>2026-08-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HIKMAH DIAM
Sabran, Ma'ruf Zahran
LIDAH tidak bertulang, sifatnya lentur. Kemana dibawa hati, lidah akan ikut. &#13;
Sesungguhnya lidah mewakili hati guna bicara. Terpenting adalah menjaga hati, sebab lidah &#13;
hanya merupakan alat (instrument). Sama halnya dengan mata yang mewakili hati untuk melihat, &#13;
telinga yang mewakili hati untuk mendengar.
</summary>
<dc:date>2026-08-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PERAYAAN MAULID: MENSINERGIKAN ILMU, IMAN, AMAL</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9623" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sabran, Ma'ruf Zahran</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9623</id>
<updated>2026-08-27T06:43:08Z</updated>
<published>2026-08-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERAYAAN MAULID: MENSINERGIKAN ILMU, IMAN, AMAL
Sabran, Ma'ruf Zahran
Bahaya ilmu tanpa iman tidak hanya sebatas sesat, tapi juga merusak. Ilmu yang tidak &#13;
dibimbing iman menjadi media untuk korup dan penyalahgunaan jabatan, wewenang dan &#13;
kekuasaan. Kekuasaan yang tidak dibatasi oleh iman. Adapun iman tanpa ilmu adalah sebuah &#13;
kebodohan. Sebab pondasi iman adalah ilmu. Sering kitab suci menanyakan adakah Tuhan selain &#13;
Allah yang menghidupkan orang mati? Apakah kamu tidak memikirkan? Siapakah yang &#13;
berkuasa terhadap bahtera yang sedang berlayar di lautan? Siapakah yang menghilangkan &#13;
kesulitan ketika sulit. Siapakah yang menurunkan air hujan dari langit? Kamikah atau kamu yang &#13;
menurunkan dan mengalirkan? Siapakah yang menumbuhkan tanaman? Kami atau kamu yang &#13;
menumbuhkan? Maka sucikan nama Tuhan-mu yang agung.
</summary>
<dc:date>2026-08-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PESAN KEMERDEKAAN: REFLEKSI SIFAT HAYAT ALLAH PADA REALITA  KEHIDUPAN DI BUMI</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9622" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sabran, Ma'ruf Zahran</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9622</id>
<updated>2026-08-27T06:39:15Z</updated>
<published>2026-08-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PESAN KEMERDEKAAN: REFLEKSI SIFAT HAYAT ALLAH PADA REALITA  KEHIDUPAN DI BUMI
Sabran, Ma'ruf Zahran
SUHU bumi harus layak ditempati sebagai lapangan kehidupan yang damai, aman dan &#13;
sejahtera. Sebelum Nabi Adam 'alaihissalam diturunkan dari surga ke bumi. Selama enam milyar &#13;
tahun (fi sittati ayyam), topografi planet bumi terdiri atas kawah-kawah panas, gersang, bola api &#13;
yang beterbangan, batu-batu cadas. Jangankan manusia, seekor serangga tidak bisa hidup. Semua &#13;
flora, fauna dan manusia pasti hangus terbakar karena suhu dan cuaca panas yang ekstrim, iklim &#13;
tidak bersahabat.
</summary>
<dc:date>2026-08-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>MENSURI-TAULADANI SIFAT RASUL MENJADI TUJUAN PERAYAAN MAULID DI  ERA TRANSFORMASI DIGITAL</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9621" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sabran, Ma'ruf Zahran</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9621</id>
<updated>2026-08-27T06:37:13Z</updated>
<published>2026-08-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">MENSURI-TAULADANI SIFAT RASUL MENJADI TUJUAN PERAYAAN MAULID DI  ERA TRANSFORMASI DIGITAL
Sabran, Ma'ruf Zahran
SIFAT Rasul sangat agung ketika para sejarawan dunia meneliti kehidupan sang cerah &#13;
dan pencerah sehingga sanggup merubah kondisi, dari dunia biadab menuju dunia beradab. &#13;
Mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Menempatkan manusia sebagai hamba &#13;
Tuhan yang pada esensinya mengangkat martabat manusia sampai ke derajat tertinggi, manusia &#13;
takwa.
</summary>
<dc:date>2026-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
