| dc.description.abstract |
Dalam era globalisasi, revolusi industri 4.0, dan transisi
menuju era Society 5.0, dunia dihadapkan pada berbagai tantangan
kompleks dan multidimensi. Isu-isu seperti perubahan iklim,
degradasi lingkungan, krisis energi, kemiskinan, ketimpangan sosial,
hingga disrupsi teknologi menuntut setiap negara untuk berpikir dan
bertindak secara strategis, adaptif, dan berkelanjutan. Indonesia
sebagai negara berkembang yang memiliki kekayaan sumber daya
alam dan potensi demografi yang besar, perlu membekali generasi
mudanya dengan kapasitas intelektual dan moral yang memadai agar
mampu bersaing di tingkat global. Dalam konteks ini, pembangunan
sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan meningkatkan
kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga harus mencakup
kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan hidup dan tanggung
jawab terhadap lingkungan.
Pendidikan berkelanjutan dan literasi lingkungan menjadi
fondasi penting dalam upaya menjawab tantangan-tantangan tersebut.
Pendidikan berkelanjutan tidak hanya mengajarkan konsep-konsep
dasar
pembangunan berkelanjutan, tetapi juga mendorong
terbentuknya karakter, nilai, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk
menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Sementara itu,
literasi lingkungan memberikan kemampuan bagi individu untuk
memahami sistem alam dan dampaknya terhadap kehidupan manusia,
serta untuk mengambil keputusan yang bijak dan etis dalam
berinteraksi dengan lingkungan. Integrasi kedua pendekatan ini dalam
sistem pendidikan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas
secara intelektual, tetapi juga bijak secara ekologis. |
en_US |