| dc.description.abstract |
PADA abad ini, ilmu pengetahuan dan teknologi membongkar fakta ilmiah dari ibadah
yang ditunaikan secara kontinyu. Setelahnya, jangan lagi beranggapan salat, puasa, zakat, haji
sebagai beban. Betapa kagum dunia terhadap penemuan baru ilmiah disebalik rahasia yang
tersimpan dalam ibadah.
Sujud, posisi sujud menempati terapi paling baik untuk mengalirkan darah ke otak.
Sekaligus membuang toksin di otak dengan ritme yang teratur dan stabil. Karena tulang belakang
lurus dan posisi jantung di atas kepala. Memberikan relaksasi tersendiri bagi jantung dan aliran
darah ke saraf otak secara sempurna (neurotransmitter). Sujud dapat meningkatkan hormon
bahagia (endorfin), dapat pula mengurangi, menyeimbangkan dan membuang hormon stres
(kortisol). Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal. Salah satunya berfungsi meningkatkan
kadar gula darah. Sujud mampu mencegah stroke, pikun dan penurunan fungsi kognisi. Karena
ketika sujud, otak terlindungi secara alami dengan membawa sel-sel baru yang bertumbuh. Dan
mengganti sel-sel lama yang telah aus. Sujud merupakan rekayasa sehat dari sang-maha
pencipta, guru kesehatan yang maha cerdas. |
en_US |