ARTIKEL OPINI HALAL bi HALAL (Orientasi dan Esensi)

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-04-15T06:50:03Z
dc.date.available 2026-04-15T06:50:03Z
dc.date.issued 2026-04-15
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8668
dc.description.abstract Dalam konteks kebudayaan Indonesia, halal bi halal selalu dikaitkan dengan Ramadan berisi perintah kewajiban puasa dan Syawal mengusung perayaan Idulfitri. Siklusnya ialah tidak ada halal bi halal jika tidak ada Idulfitri. Tidak ada Idulfitri tanpa kehadiran puasa Ramadan. Namun halal bi halal di Indonesia sudah menjadi tradisi berbangsa dan bernegara. Diprakarsai oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno di Yogyakarta pada tahun 1948 Miladiyah, bersamaan dengan tahun 1367 Hijriah. Halal bi halal selain rangkaian acara yang disusun, utamanya bertujuan untuk memperkuat hubungan sesama manusia. Dengan kata lain, orientasi halal bi halal ialah saling memaafkan. Karena Allah SWT tidak akan mengampuni dosa yang menyangkut hak-hak manusiawi (huququl-adami). Allah SWT mengampuni dosa yang berkaitan dengan-Nya, kecuali dosa syirik yang dibawa mati tanpa bertobat. Pertobatan kepada Allah SWT diterima selagi hayat dikandung badan. Pintu tobat masih tetap terbuka, sebelum nafas sampai di tenggorokan. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI HALAL bi HALAL (Orientasi dan Esensi) en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account