ARTIKEL OPINI BAROMETER PENERIMAAN AMAL

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-04-15T03:00:47Z
dc.date.available 2026-04-15T03:00:47Z
dc.date.issued 2026-04-15
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8656
dc.description.abstract IMAM Ahmad ibnu Athaillah As-Sakandari rahimahullah (wafat: Mesir, 709 H) menerangkan dalam kitab Al-Hikam tentang amal saleh. Roh yang mampu beramal saleh artinya yang diberi perkenan untuk beramal melewati pintu amal (babul 'amal) yang masuk ke dalam ruang amal. Ruang yang sangat besar, luas, lebar, sehingga banyak amal saleh yang tertumpuk, tersangkut, namun belum terangkut. Perlu daya angkut dan daya dorong guna terhubung dan sampai kepada alamat yang dituju dalam keadaan baik, amal yang selamat tanpa cacat, sehat tanpa sakit. Sang-Imam menyebut ada dua pintu rahasia beramal. Umumnya, umat Nabi Muhammad SAW banyak yang sanggup memasuki pintu perkenan amal. Tapi sedikit yang sanggup menembus pintu penerimaan amal (babul qabul 'amal). Mengapa? Selain seleksi yang ketat, pintunya kecil dan mempersyaratkan amal batin. Keniscayaan satu amaliah lahir harus disertai oleh sepuluh amaliah batin, untuk amal saleh sampai kepada pemiliknya (Allah SWT). en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI BAROMETER PENERIMAAN AMAL en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account