| dc.description.abstract |
Alief Fadhlurrahman. NIM 12009013. Jilbab dalam Al-Qur’an (Penafsiran Ayat-ayat Jilbab Oleh Imam Al-Qurthubi). Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Adab. Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2026.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang jilbab serta menganalisis penafsiran Imam Al-Qurthubi mengenai konsep jilbab dalam Al-Qur’an.
Penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan tematik dengan Sumber data primer diperoleh dari kitab tafsir kitab tafsir Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan sejumlah sumber seperti skripsi, artikel, dan literatur terkait yang digunakan sebagai data pendukung. Kemudian, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menghimpun data yang berkaitan dengan jilbab setelah itu menganalisis dari penafsiran tersebut kemudian memberi kesimpulan.
Hasil penelitian Jilbab dalam Al-Qur’an (Penafsiran Ayat-ayat Jilbab Oleh Imam Al-Qurthubi) menyimpulkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang secara khusus membahas tentang jilbab terdapat dalam Q.S. An-Nur ayat 31 dan Q.S. Al-Ahzab ayat 59. Kedua ayat tersebut menjadi dasar normatif dalam pengaturan kewajiban menutup aurat bagi perempuan Muslim. Penafsiran Imam Al-Qurthubi terhadap kedua ayat tersebut memaknai jilbab sebagai pakaian luar yang longgar dan menutupi seluruh tubuh perempuan. Pemaknaan ini didukung oleh riwayat dari Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Mas‘ud. Lebih lanjut, Imam Al-Qurthubi memandang perintah berjilbab sebagai ketentuan syariat yang bersifat wajib bagi perempuan. Adapun batas tubuh yang harus ditutupi menurut Imam Al-Qurthubi adalah seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan namun apabila perempuan tersebut memiliki wajah yang berpotensi menimbulkan fitnah karena kecantikannya, maka menutup wajah lebih utama. |
en_US |