| dc.description.abstract |
KHORIDAH (11909034), Studi Analisis Lafaz Khauf Dan Khasyyah dalam Semantik Toshihiko Izutsu. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN) Tahun 2025.
Penelitian ini mengkaji makna lafaz khauf (خَوْف) dan khasyyah (خَشْيَة) dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kecenderungan penyamaan makna kedua lafaz tersebut sebagai “takut” dalam berbagai terjemahan dan penafsiran, padahal secara konseptual keduanya memiliki nuansa makna yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perbedaan makna dasar, makna relasional, dan makna historis lafaz khauf dan khasyyah, serta menjelaskan fungsi semantisnya dalam membentuk pandangan dunia (weltanschauung) Al-Qur’an.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Sumber data utama berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung lafaz khauf dan khasyyah, sedangkan sumber data pendukung berasal dari kamus bahasa Arab klasik, kitab tafsir, serta karya-karya Toshihiko Izutsu dan literatur semantik Al-Qur’an lainnya. Analisis data dilakukan dengan menerapkan tiga tahap utama dalam teori semantik Izutsu, yaitu analisis makna dasar (basic meaning), analisis makna relasional (relational meaning) yang mencakup relasi paradigmatik dan sintagmatik, serta analisis makna historis (diachronic meaning).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz khauf secara umum merepresentasikan rasa takut atau kekhawatiran yang bersifat psikologis dan reaktif terhadap sesuatu yang dianggap mengancam, baik dalam konteks duniawi maupun ukhrawi. Sebaliknya, lafaz khasyyah mengandung makna takut yang lebih mendalam karena disertai unsur pengetahuan, kesadaran, dan pengagungan terhadap kebesaran Allah Swt. Dalam Al-Qur’an, khasyyah cenderung dikaitkan dengan subjek-subjek tertentu seperti orang berilmu dan orang beriman, sehingga berfungsi sebagai dorongan etis dan spiritual menuju ketaatan dan ketakwaan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa khauf dan khasyyah bukanlah istilah yang sepenuhnya sinonim, melainkan dua konsep yang memiliki peran berbeda dalam sistem nilai dan struktur makna Al-Qur’an. |
en_US |