Multikulturalisme Di Kalangan Masyarakat Madura Di Desa Sungai Malaya Perspektif Pendidikan Islam

Show simple item record

dc.contributor.advisor Zaenuddin, Zaenuddin
dc.contributor.advisor Hamzah, Nur
dc.contributor.advisor Hermansyah, Hermansyah
dc.contributor.advisor Mahrus, Erwin
dc.contributor.author FATIMAH, SITI
dc.date.accessioned 2026-02-09T08:47:33Z
dc.date.available 2026-02-09T08:47:33Z
dc.date.issued 2026-01-28
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8449
dc.description.abstract Siti Fatimah, 2224100695 : Multikulturalisme Di Kalangan Masyarakat Madura Di Desa Sungai Malaya Perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya lokal dan keagamaan yang menopang harmoni multikultural, menggambarkan praktik multikulturalisme serta pemahaman ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat Madura, dan mengkaji peran pendidikan Islam serta kolaborasi sosial dalam memperkuat kesadaran multikultural di Desa Sungai Malaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui teknik penjodohan pola, eksplanasi, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmoni multikultural di Desa Sungai Malaya terbentuk melalui kombinasi nilai budaya lokal—seperti abhâsah, penghormatan bhuppa’-bhabhu’-ghuru-rato, solidaritas komunal, abhisan, dan bhabat—serta nilai keagamaan Islam berupa tasamuh, tawassuth, ukhuwah, dan ‘adl. Praktik multikulturalisme tampak dalam interaksi sosial yang inklusif, tradisi gotong royong lintas kelompok, serta kegiatan keagamaan yang mempersatukan warga. Pendidikan Islam di lembaga formal, nonformal, dan informal berperan penting dalam membentuk sikap moderat melalui pembiasaan nilai toleransi, kegiatan sosial-keagamaan, dan keteladanan tokoh agama. Kolaborasi sosial antara keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat semakin memperkuat kesadaran multikultural warga desa. Penelitian ini juga menemukan beberapa kekurangan yang masih perlu diperhatikan. Kesadaran multikultural belum sepenuhnya merata pada generasi muda, dan masih terdapat ketergantungan yang tinggi pada tokoh agama tertentu dalam menjaga harmoni sosial. Selain itu, belum semua lembaga pendidikan memiliki program multikultural berbasis kurikulum yang sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan program pendidikan Islam multikultural secara terstruktur, peningkatan kapasitas tokoh masyarakat dan pemuda, serta perluasan kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga keberlanjutan harmoni multikultural di Desa Sungai Malaya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Multikulturalisme en_US
dc.subject Masyarakat Madura en_US
dc.subject Pendidikan Islam en_US
dc.subject Harmoni Sosial en_US
dc.title Multikulturalisme Di Kalangan Masyarakat Madura Di Desa Sungai Malaya Perspektif Pendidikan Islam en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account