Abstract:
Urmila Sari (12101029). Motivasi Orang Tua dalam Memilih Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan di Desa Pasir Palembang. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2025.
Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama dalam membentuk karakter kepribadian, serta perilaku anak, terutama dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Peran Orang tua memiliki peran penting dalam menentukan lembaga pendidikan yang dianggap mampu mendukung perkembangan moral dan spiritual anak, karena mereka tidak hanya menjadi teladan pertama tetapi juga penentu arah pendidikan formal yang akan ditempuh anak, Salah satu lembaga pendidikan yang dianggap efektif dalam mendukung pembentukan karakter dan spiritual anak adalah pondok pesantren. Melalui pendidikan di pesantren, anak tidak hanya mendapatkan ilmu agama secara mendalam tetapi juga diajarkan disiplin, tanggung jawab, serta pembiasaan akhlak yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pandangan orang tua terhadap pondok pesantren serta 2) motivasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di pondok pesantren.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan di Desa Pasir Palembang, Kabupaten Mempawah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan orang tua sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memandang pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang efektif dalam membentuk akhlak, kedisiplinan, dan pemahaman agama anak secara lebih mendalam. Motivasi orang tua dipengaruhi oleh faktor intrinsik, seperti keinginan membentuk anak yang beriman dan berakhlak mulia, serta faktor ekstrinsik, seperti lingkungan sosial, keterbatasan pengawasan orang tua, dan sistem pendidikan pesantren yang terarah.
Penelitian ini menegaskan bahwa keputusan orang tua dalam menyekolahkan anak ke pondok pesantren bukan hanya didorong oleh kebutuhan akademik semata, tetapi juga oleh keinginan mendidik anak secara holistik baik dari aspek moral, spiritual, maupun sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua lain yang ingin memilih pendidikan berbasis keagamaan, sekaligus menjadi referensi bagi penelitian lanjutan terkait motivasi pendidikan dalam konteks Islam.