Abstract:
Nur Annisa Putri Kusumo (12105037) Komunikasi Budaya Pada Motif Kain
Tenun Adat Sambas, Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas
Dakwah dan Komunikasi Islam, Institut Agama Islam Negeri Pontianak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi budaya yang
berlangsung melalui motif kain tenun adat Sambas sebagai media komunikasi
nonverbal masyarakat Melayu Sambas. Kain tenun Sambas tidak hanya
berfungsi sebagai produk estetis dan tradisi budaya, tetapi juga berperan
sebagai media penyampaian pesan simbolik yang memuat nilai, norma, dan
identitas budaya masyarakat secara turun-temurun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan penenun
dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi motif kain tenun Sambas. Analisis
data dilakukan dengan menafsirkan motif sebagai simbol komunikasi budaya
yang mengandung pesan sosial dan makna kolektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif pada kain tenun Sambas
berfungsi sebagai bahasa simbolik yang merepresentasikan pandangan hidup,
nilai moral, norma sosial, serta hubungan manusia dengan alam dan Tuhan.
Adapun kain tenun Sambas ini memiliki 75 motif diantaranya beberapa motif
seperti Bunge Melor, Sawwak Melakkok, dan Anak Penyu Beturus Emas
menyampaikan pesan tentang kesucian, keharmonisan, ketekunan,
kesuburan, dan keberkahan. Proses penciptaan motif dan pemilihan warna
mencerminkan praktik komunikasi budaya, di mana penenun berperan
sebagai komunikator yang menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat
melalui simbol visual.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kain tenun adat Sambas
merupakan Media Komunikasi Budaya Nonverbal yang berfungsi
menyampaikan pesan moral, memperkuat identitas budaya Melayu Sambas,
serta menjadi sarana komunikasi antargenerasi dalam menjaga keberlanjutan
nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi.