RESILIENSI IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK AUTIS (STUDI KASUS DI SLB AUTIS KALBAR)

Show simple item record

dc.contributor.advisor Handini, Agus
dc.contributor.advisor Baroroh, Ema Zati
dc.contributor.advisor Fauziah, Fauziah
dc.contributor.advisor Oktaviana, Sherli Kurnia
dc.contributor.author Chairuntisa, Adinda
dc.date.accessioned 2026-02-05T00:51:01Z
dc.date.available 2026-02-05T00:51:01Z
dc.date.issued 2026-01-21
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8398
dc.description.abstract Adinda Chairuntisa (12014059), Resliensi Ibu Tunggal Yang Memiliki Anak Autis.(Studi Kasus di SLB Autis Kalbar): Fakultas Ushuluddin dan Adab, Jurusan Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Ibu Tunggal yang merawat anak autis menghadapi tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi yang lebih kompleks dibandingkan keluarga dengan dua orang tua. Tuntutan pengasuhan, keterbatasan dukungan sosial, serta stigma masyarakat sering menimbulkan stres dan kelelahan, namun sebagian ibu tetap mampu bertahan dan beradaptasi secara positif. Kondisi ini menunjukkan perlunya memahami bagaimana resiliensi terbentuk pada Ibu Tunggal yang memiliki anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi Ibu Tunggal dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak autis serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung proses resiliensi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini berasal dari sumber primer dan sekunder. Yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah Ibu Tunggal yang memiliki Anak Autis di SLB Autis Kalbar, sedangkan yang menjadi sumber data sekunder adalah Kepala Sekolah SLB Autis Kalbar dan Wali Informan Penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ibu Tunggal yang mengasuh anak autis memiliki tingkat resilien yang cukup tinggi. Ketangguhan tersebut dipengaruhi oleh dukungan eksternal seperti keluarga, teman, dan lingkungan sosial, serta kekuatan internal berupa kepercayaan kepada Tuhan, rasa syukur, optimisme, dan kemampuan mengelola emosi. Kedua informan aktif mencari solusi, mengikuti terapi, pendidikan, serta berupaya meningkatkan keterampilan anak agar dapat hidup mandiri. Selain itu, anak-anak autis mengalami tantangan khusus dalam komunikasi dan bersosialisasi, namun dengan pendampingan konsisten, mereka menunjukkan perkembangan adaptasi dan keterampilan sosial secara bertahap. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Resiliensi en_US
dc.subject Ibu Tunggal en_US
dc.subject Anak Autis en_US
dc.title RESILIENSI IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK AUTIS (STUDI KASUS DI SLB AUTIS KALBAR) en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account