Abstract:
SINDI AYU LESTARI (12207079), Persepsi Masyarakat Dusun Parit Masigi, Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang Terhadap Lembaga Keuangan Syariah: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah INstitut Agama Islam Negeri Pontianak, 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Dusun Parit Masigi, Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang terhadap lembaga keuangan syariah serta menganalisis bagaimana kondisi lingkungan dan pengalaman masyarakat memengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan lembaga keuangan konvensional oleh masyarakat, meskipun lembaga keuangan syariah berupa BMT UGT Nusantara telah hadir sejak tahun 2014 dan merupakan satu-satunya lembaga keuangan syariah di wilayah tersebut, serta adanya perpindahan lokasi BMT yang berjarak sekitar 4 km dari Dusun Parit Masigi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan kepada empat masyarakat Dusun Parit Masigi sebagai informan utama untuk menggali persepsi, pengalaman, dan pandangan mereka terhadap lembaga keuangan syariah. Wawancara juga dilakukan kepada kepala cabang BMT UGT Nusantara Parit Mayor sebagai informan kunci guna melakukan validasi data dan memperkuat keabsahan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah masih beragam. Sebagian masyarakat memiliki persepsi positif karena lembaga keuangan syariah dianggap sesuai dengan nilai-nilai agama dan memberikan rasa aman dalam bertransaksi. Namun, sebagian masyarakat lainnya memiliki persepsi kurang positif yang dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, jarak lokasi lembaga keuangan syariah, kebiasaan menggunakan lembaga keuangan konvensional, serta pengalaman pelayanan yang dirasakan lebih mudah dan praktis pada lembaga keuangan konvensional. Kondisi lingkungan sosial, budaya religius, serta pengalaman pribadi masyarakat terbukti berperan penting dalam membentuk persepsi dan keputusan masyarakat dalam memilih lembaga keuangan yang digunakan.