| dc.description.abstract |
Putri Hazah Hartini. Hubungan antara Adversity Quotient dan Kebersyukuran dengan Kebermaknaan Hidup pada Pegawai Yayasan Masjid Kapal Munzalan Indonesia. Fakultas Ushuluddin dan Adab Program Studi Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat adversity quotient (AQ), kebersyukuran dan kebermaknaan hidup pegawai Yayasan Masjid Kapal Munzalan Indonesia dan menganalisis hubungan antara AQ dan kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup baik, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi berjumlah 150 orang dengan sampel berjumlah 105 pegawai yang dipilih menggunakan teknik random sampling dengan karakteristik tertentu. Pengumpulan data menggunakan skala adversity quotient, skala kebersyukuran dan skala kebermaknaan hidup. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan software SPSS versi 25.
Hasil analisis data tingkat AQ menunjukkan bahwa terdapat 30,48% pegawai berada pada kategori rendah, 36,19% pegawai pada kategori sedang dan 33,33% pegawai pada kategori tinggi. Tingkat kebersyukuran menunjukkan 36,19% pegawai pada kategori rendah, 30,48% pegawai pada kategori sedang dan 33,33% pegawai pada kategori tinggi. Sementara tingkat kebermaknaan hidup menunjukkan 33,33% pegawai pada ketegori rendah, 31,43% pegawai pada kategori sedang dan 35,24% pegawai pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara AQ dengan kebermaknaan hidup (r = 0,641; p < 0,05), serta hubungan positif dan signifikan antara kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup (r = 0,478; p < 0,05). Selain itu, analisis korelasi ganda menunjukkan bahwa AQ dan kebersyukuran secara bersama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kebermaknaan hidup pegawai Yayasan Masjid Kapal Munzalan Indonesia, dengan nilai R² sebesar 0,479. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 47,9% kebermaknaan hidup dapat dijelaskan oleh AQ dan kebersyukuran, sementara 52,1% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat AQ dan kebersyukuran, maka semakin tinggi dan kuat pula kebermaknaan hidup pegawai yayasan. |
en_US |