Abstract:
Hany Rahmatul Fitri, Relevansi Nilai-Nilai dalam Kitab Akhlak Lil Banat Karya Syaikh Umar Bin Ahmad Baradja Dalam Membentuk Adab Muslimah, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri Pontianak. 2026
Fondasi utama dalam pembentukan kepribadian muslimah yang sesuai dengan ajaran Islam adalah pendidikan akhlak yang berlandaskan iman, karena iman merupakan pondasi dari akhlak itu sendiri. Keimanan yang kuat akan melahirkan akhlak dan adab yang baik, sedangkan lemahnya iman berimplikasi pada terjadinya krisis adab dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini semakin nyata di tengah arus globalisasi dan perkembangan media digital yang pesat, yang berdampak pada munculnya berbagai persoalan moral di kalangan remaja perempuan, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, serta menurunnya sikap hormat terhadap orang tua dan guru. Oleh karena itu, diperlukan rujukan pendidikan akhlak yang bersumber dari nilai-nilai Islam yang autentik dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak dalam Kitab Akhlak Lil Banat karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja serta menganalisis relevansinya dalam membentuk adab muslimah di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, dengan sumber primernya ialah Kitab Akhlak Lil Banat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Akhlak Lil Banat memuat nilai-nilai akhlak yang komprehensif, mencakup dua dimensi utama, yaitu akhlak vertikal (hablum minallah) seperti keimanan, ketaatan beribadah, rasa malu (ḥayā’), dan amanah sebagai cerminan iman, serta akhlak horizontal (hablum minannas) seperti berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menjaga pergaulan, dan adab dalam kehidupan sosial. Selain itu, kitab ini juga mengandung nilai-nilai yang relevan dengan modernitas masa kini, seperti pengendalian diri, kedisiplinan, tanggung jawab, etika pergaulan, dan penjagaan kehormatan diri di tengah pengaruh media digital dan budaya global. Dengan demikian, Kitab Akhlak Lil Banat tidak hanya menjadi warisan intelektual ulama Nusantara, tetapi juga relevan sebagai sumber pendidikan iman, akhlak, dan adab bagi muslimah dalam menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan identitas keislamannya.