Abstract:
AHMAD RIANSYAH (12101056), Pelaksanaan Praktik Qiro’ah dengan Metode Qur’ana di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kumpai Kubu Raya Tahun Ajaran 2025/2026. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Tahun Ajaran 2025 M/1447 H.
Latar belakang dari penelitian ini adalah banyak santri masih kesulitan dalam melafalkan huruf hijaiyah dengan makhraj yang tepat serta tajwid yang benar. Hal ini menyebabkan kualitas bacaan belum sesuai standar. pembelajaran membaca Al-Qur’an membutuhkan metode yang tepat agar tujuan pendidikan tercapai. Metode Qur’ana hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang mudah, menyenangkan, dan sistematis. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kumpai menerapkan metode ini dalam praktik qirā’ahnya. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendekripsikan langkah-langkah praktik qiro’ah, serta keunggulan dan kendala yang dihadapi saat menggunakan metode Qur’ana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kumpai Kubu Raya Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapaun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kondensasi data, data display, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi teknik dan member check.
Hasil penelitian ini menyimpulkan: 1) Penerapan metode Qur’ana diawali dengan salam dan doa, dilanjutkan muroja’ah, penjelasan materi, serta contoh bacaan dari ustadz/ustadzah. Santri mengulangi bacaan dengan bimbingan langsung, kemudian kegiatan ditutup dengan evaluasi dan doa penutup. Juga memanfaatkan buku jilid, alat peraga, irama, dan pengelolaan kelas tertib. Praktik qiro’ah dilakukan secara langsung dan berulang, sehingga santri mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, mengenali sifat huruf, dan melafalkannya dengan lancar. 2) Keunggulan Metode Qur’ana terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri. Penyajiannya yang sederhana, sistematis, dan variatif membuat santri lebih termotivasi, aktif, serta cepat fasih membaca dengan makhraj dan tajwid yang benar. Dan kendala yang dihadapi saat menggunakan metode Qur’ana masih ada beberapa seperti perbedaan kemampuan santri, keterbatasan waktu, kurangnya media pendukung, ketidak konsistenan muroja’ah, serta kesiapan guru yang belum merata.