| dc.description.abstract |
Rizqi Fatkhu Rokman : 2224100715. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis peran Pondok Pesantren Miftahul Hidayah sebagai
institusi pendidikan Islam dalam membangun solidaritas lintas budaya
di wilayah perbatasan. Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama:
peran pesantren dalam internalisasi nilai keislaman untuk rekonstruksi
sosial, strategi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang inklusif,
serta tantangan dan peluang yang dihadapi pesantren dalam
memfasilitasi solidaritas antarbudaya. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan
melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan
pesantren, ustadz/ustadzah, santri, serta masyarakat sekitar, dan
diperkuat dengan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Pondok Pesantren Miftahul Hidayah tidak hanya berfungsi sebagai
lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat transformasi
sosial yang menanamkan nilai toleransi, keterbukaan, dan kerja sama
antarbudaya. Kurikulum yang diterapkan memuat nilai keadilan sosial
dan inklusivitas, sementara strategi pembelajaran serta kepemimpinan
pengasuh menekankan praktik langsung solidaritas di tengah
masyarakat multikultural. Pesantren menghadapi tantangan berupa
keterbatasan sumber daya dan resistensi sebagian kelompok
konservatif, namun sekaligus memiliki peluang besar untuk
memperkuat kohesi sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah,
tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan lain. Temuan ini
menegaskan bahwa pesantren berpotensi menjadi motor penggerak
rekonstruksi sosial dan agen perdamaian di wilayah perbatasan. |
en_US |