Pendidikan Islam Dan Rekonstruksi Sosial: Peran Pesantren Dalam Membangun Solidaritas Lintas Budaya Di Wilayah Perbatasan

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sukino, Sukino
dc.contributor.advisor Erwin, Erwin
dc.contributor.advisor Sahri, Sahri
dc.contributor.advisor Kurniawan, Syamsul
dc.contributor.author Rokman, Rizqi Fatkhu
dc.date.accessioned 2026-01-27T03:33:43Z
dc.date.available 2026-01-27T03:33:43Z
dc.date.issued 2025-10-24
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8297
dc.description.abstract Rizqi Fatkhu Rokman : 2224100715. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pondok Pesantren Miftahul Hidayah sebagai institusi pendidikan Islam dalam membangun solidaritas lintas budaya di wilayah perbatasan. Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama: peran pesantren dalam internalisasi nilai keislaman untuk rekonstruksi sosial, strategi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang inklusif, serta tantangan dan peluang yang dihadapi pesantren dalam memfasilitasi solidaritas antarbudaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, ustadz/ustadzah, santri, serta masyarakat sekitar, dan diperkuat dengan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Miftahul Hidayah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial yang menanamkan nilai toleransi, keterbukaan, dan kerja sama antarbudaya. Kurikulum yang diterapkan memuat nilai keadilan sosial dan inklusivitas, sementara strategi pembelajaran serta kepemimpinan pengasuh menekankan praktik langsung solidaritas di tengah masyarakat multikultural. Pesantren menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan resistensi sebagian kelompok konservatif, namun sekaligus memiliki peluang besar untuk memperkuat kohesi sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan lain. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren berpotensi menjadi motor penggerak rekonstruksi sosial dan agen perdamaian di wilayah perbatasan. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Pendidikan Islam en_US
dc.subject Pesantren en_US
dc.subject Solidaritas en_US
dc.subject Rekonstruksi Sosial en_US
dc.title Pendidikan Islam Dan Rekonstruksi Sosial: Peran Pesantren Dalam Membangun Solidaritas Lintas Budaya Di Wilayah Perbatasan en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account