Penerapan Hukuman dalam Pendisiplinan Santriwati di Pondok Pesantren Assalam Pontianak

Show simple item record

dc.contributor.advisor Kurniawan, Syamsul
dc.contributor.advisor Handini, Agus
dc.contributor.advisor Nurrahmi, Hesty
dc.contributor.advisor Rustanuarsi, Ressy
dc.contributor.author az-zahra, Hafizhah
dc.date.accessioned 2026-01-26T07:35:43Z
dc.date.available 2026-01-26T07:35:43Z
dc.date.issued 2025-07-21
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8289
dc.description.abstract HAFIZHAH AZ-ZAHRA, 12101102 Penerapan Hukuman Dalam Pendisiplinan Santriwati di Pondok Pesantren Assalam Pontianak. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Penelitian ini dilatar belakangi penerapan hukuman dan Pondok Pesantren Assalam Pontianak dalam medisiplinkan santriwati. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui bagaimana bentuk-bentuk hukuman yang digunakan untuk mendisiplinkan santriwati di Pondok Pesantren Assalam Pontianak?. 2) mengetahui mengapa pihak Pondok Pesantren Assalam merasa bahwa hukuman bisa meningkatkan kedisiplinan santri. 3) mengetahui apakah penerapan hukuman sebagai sarana meningkatkan tingkat kedisiplinan santriwati di Pondok Pesantren Assalam Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian interaksionisme simbolik. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Asrama Santriwati, Pengasuh, ustadzah, dan sepuluh orang santriwati di Pondok Pesantren Assalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara semi terstruktur dan mendalam, observasi partisipan, dokumentasi. Tahapan analisis data terdiri dari kondensasi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan perpanjang pengamatan, diskusi dengan teman sejawat, member check dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) bentuk-bentuk hukuman yang digunakan pesantren meliputi: (a) teguran lisan dan nasihat, (b) pemberian tugas, (c) tambahanskorsing dan pengeluaran, 2) alasan pihak pondok pesantren merasa hukuman bisa meningkatkan kedisiplinan santriwati, meliputi: (a) hukuman sebagai sarana pendidikan moral dan spiritual (b) memberikan efek jera tanpa menyakiti (c) menumbuhkan tanggung jawab dan (d) mencegah pelanggaran yang lebih luas (e) menjaga wibawa dan tertibnya lembaga pendidikan. 3) keefektifan penerapan hukuman di Pondok Pesantren Assalam; (a) memperbaiki moral peserta didik, (b) pengembangan kemampuan, (c) kesadaran pribadi, (d) pembentukan karakter, (e) pembentukan moral, (f) pengelolahan emosi. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject hukuman en_US
dc.subject Pondok pesantren en_US
dc.subject kedisiplinan en_US
dc.subject santriwati en_US
dc.subject pendidikan Islam en_US
dc.subject Pesantren Assalam Pontianak en_US
dc.title Penerapan Hukuman dalam Pendisiplinan Santriwati di Pondok Pesantren Assalam Pontianak en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account