PERSEPSI GENERASI MILENIAL TERHADAP PENTINGNYA BELAJAR AGAMA ISLAM DI KELURAHAN DARAT SEKIP KECAMATAN PONTIANAK KOTA

Show simple item record

dc.contributor.advisor Nurrahmi, Hesty
dc.contributor.advisor Nelly, Nelly
dc.contributor.advisor Handini, Agus
dc.contributor.advisor Adiansyah, Adiansyah
dc.contributor.author Hernida, Hernida
dc.date.accessioned 2026-01-21T08:18:01Z
dc.date.available 2026-01-21T08:18:01Z
dc.date.issued 2025-12-11
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8248
dc.description.abstract Hernida. Persepsi Generasi Milenial Terhadap Pentingnya Belajar Agama Islam di Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi milenial terhadap pentingnya belajar Agama Islam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Latar belakang penelitian ini muncul dari dinamika perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang mendorong generasi milenial menghadapi tantangan dalam mempertahankan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Fenomena tersebut memperlihatkan dua kecenderungan: sebagian generasi muda menunjukkan minat positif melalui pembelajaran agama secara formal, nonformal, dan digital, sedangkan sebagian lainnya mengalami penurunan minat dan pemahaman akibat pengaruh lingkungan, media sosial, dan gaya hidup modern. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi milenial terhadap pentingnya belajar Agama Islam umumnya positif, terlihat dari pemahaman dasar keislaman, kesadaran akhlak, pandangan bahwa Islam relevan dengan kehidupan modern, serta minat belajar yang tetap terjaga. Sumber belajar formal, nonformal, dan digital turut membentuk perilaku religius, etika sosial, dan pengendalian diri. Persepsi tersebut dipengaruhi faktor internal berupa motivasi pribadi, tekad menjaga nama baik keluarga dan agama, serta cita-cita berakhlak mulia; dan faktor eksternal berupa dukungan keluarga, lingkungan dan teman sebaya, media sosial, tokoh agama, serta budaya masyarakat religius yang menciptakan suasana belajar yang kondusif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi generasi milenial terhadap pembelajaran ajaran Islam pada umumnya positif, namun dorongan dan dukungan yang berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengoptimalkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam masyarakat kontemporer. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Persepsi en_US
dc.subject Generasi Milenial en_US
dc.subject Belajar Agama Islam en_US
dc.title PERSEPSI GENERASI MILENIAL TERHADAP PENTINGNYA BELAJAR AGAMA ISLAM DI KELURAHAN DARAT SEKIP KECAMATAN PONTIANAK KOTA en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account