PERSEPSI SANTRI TERHADAP PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK (Studi Kasus Pondok Pesantren Darul Ulum Kalimantan Barat)

Show simple item record

dc.contributor.advisor Rahmat, Rahmat
dc.contributor.advisor Kalbarini, Rahma Yulisa
dc.contributor.advisor Ariza, Anggatia
dc.contributor.advisor Zaidar, Muhammad
dc.contributor.author Ikhsan, Fasihul
dc.date.accessioned 2026-01-20T07:31:19Z
dc.date.available 2026-01-20T07:31:19Z
dc.date.issued 2026-01-15
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8237
dc.description.abstract Fasihul Ikhsan. Persepsi Santri terhadap Penggunaan Uang Elektronik (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darul Ulum Kalimantan Barat). Skripsi. Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,2025. Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk beradaptasi dengan sistem pembayaran modern seperti uang elektronik. Pondok Pesantren Darul Ulum Kalimantan Barat merupakan pesantren pertama di Kalimantan Barat yang menerapkan sistem transaksi non-tunai (e-money) sebagai sarana pembayaran internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Persepsi santri terhadap penggunaan uang elektronik di pesantren, dan 2). Bagaimana pemahaman santri terhadap prisip-prinsip Syariah dalam penggunaan uang elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari enam santri pengguna uang elektronik dan dua pengelola sistem uang elektronik di pesantren. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Santri memiliki persepsi yang sangat positif terhadap penggunaan uang elektronik. Mereka menilai e-money lebih mudah, praktis, aman, serta membantu mengendalikan pengeluaran melalui fitur pembatasan saldo. Selain itu, 2). Penggunaan uang elektronik di pesantren telah memenuhi empat prinsip utama syariah, yaitu bebas dari unsur maysir (judi), tidak mendorong israf (pemborosan), tidak digunakan untuk transaksi barang haram, dan bebas dari unsur riba’ (tambahan). Sistem ini dinilai mendukung transparansi, efisiensi, serta modernisasi manajemen keuangan pesantren. Oleh karena itu, penggunaan uang elektronik di Pondok Pesantren Darul Ulum memberikan manfaat positip untuk para santri, pengelola, dan lingkungan pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pesantren lain dalam mengembangkan sistem keuangan digital yang sesuai dengan prinsip syariah. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Persepsi Santri en_US
dc.subject Uang Elektronik en_US
dc.subject Pesantren en_US
dc.subject Ekonomi Syariah en_US
dc.title PERSEPSI SANTRI TERHADAP PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK (Studi Kasus Pondok Pesantren Darul Ulum Kalimantan Barat) en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account