| dc.description.abstract |
Miqdad Al Farisi, Problematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penerapan Technological Pedagogical And Content Knowledge di SMP Negeri 2 Kota Pontianak Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya optimalisasi penerapan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru dihadapkan pada tantangan untuk mampu mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogik, dan konten pengetahuan atau Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam penerapan TPACK di SMP Negeri 2 Kota Pontianak, dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Content Knowledge (CK).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan member check. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pada aspek (TK) meliputi penerapan teknologi yang masih bersifat sederhana serta belum terintegrasi secara kreatif. Guru mengalami kendala berupa keterbatasan kemampuan mengedit media digital, gangguan teknis seperti audio laptop yang tidak optimal, jaringan internet yang tidak merata, pemadaman listrik, serta keterbatasan waktu dan sarana prasarana sekolah. Pada aspek (PK) guru menghadapi masalah berupa rendahnya inisiatif dan partisipasi peserta didik, dominasi guru dalam pembelajaran, pengelolaan waktu yang kurang efektif, serta pemanfaatan media pendukung yang belum optimal. Adapun pada aspek CK) mencakup keterbatasan dalam memanfaatkan media digital secara variatif, karena guru masih bergantung pada video dari sumber daring tanpa banyak modifikasi, keterbatasan waktu dalam mengembangkan PPT dan video pembelajaran, kendala jaringan internet, audio yang tidak lancar, serta keterlibatan peserta didik yang belum merata selama proses pembelajaran. |
en_US |