| dc.description.abstract |
Muhadis, Hubungan Fleksibilitas Kerja dengan Work Life Balance
(Fenomena Moonlighting pada Driver Grab Di Kecamatan Pontianak Barat)
Fakultas Ushuluddin dan Adab, Program Studi Psikologi Islam Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas
kerja dengan work life balance pada driver Grab di Kecamatan Pontianak Barat.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Subjek penelitian berjumlah 60 orang driver Grab yang berasal dari
komunitas Grab Gempur dan Grab Melda Jawi. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan penyebaran skala psikologis berupa skala fleksibilitas kerja dan
skala work life balance yang masing-masing disusun berdasarkan teori Selby &
Wilson (2001) serta Fisher (2001) (dalam Kirana, 2021). Analisis data dilakukan
menggunakan uji korelasi Product Moment untuk menentukan hubungan antara
variabel bebas dan variabel terikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat fleksibilitas kerja pada driver
Grab di Kecamatan Pontianak Barat berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak
75,00% atau 45 orang subjek, sementara kategori tinggi sebesar 16,67% dan
kategori rendah sebesar 8,33%. Pada variabel work life balance ditemukan bahwa
58,33% atau 35 subjek berada pada kategori sedang, 21,67% berada pada kategori
tinggi, dan 20,00% berada pada kategori rendah.
Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa kedua variabel
berkorelasi positif dan signifikan antara fleksibilitas kerja dengan work life
balance dengan nilai korelasi sebesar r = 0,319 dan nilai signifikansi p = 0,013 (p
< 0,05). Dengan demikian peningkatan work life balance beriringan dengan
meningkatnya fleksibilitas kerja. Seiring dengan kemajuan peradaban yang pada
hakikatnya adalah untuk mempermudah aktivitas manusia, maka diharapkan di
masa mendatang sistem kerja yang fleksibel ini dapat menjadi suatu solusi dalam
dunia industri agar pekerja dapat menyeimbangkan antara kehidupan dengan
pekerjaannya sehingga diharapkan dapat meminimalisir dampak-dampak buruk
dari rendahnya tingkat work life balance yang diakibatkan oleh sistem kerja yang
kurang suportif. |
en_US |