Abstract:
HIFNU SYA’BAN, Strategi Komunikasi Dakwah Penyuluh Agama Islam dalam Pendampingan Muallaf di Desa Magmagan Karya, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat: Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Tujuan penelitian ini mengungkapkan fokus utama, yaitu strategi komunikasi dakwah penyuluh agama Islam dalam pendampingan muallaf di Desa Magmagan Karya. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah: (1) Perencanaan penyuluh agama Islam dalam pendampingan muallaf di Desa Magmagan Karya; (2) Pelaksanaan strategi komunikasi dakwah penyuluh agama Islam dalam pendampingan muallaf di Desa Magmagan Karya; dan (3) Evaluasi pendampingan penyuluh agama Islam terhadap muallaf di Desa Magmagan Karya.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data penelitian terdiri dari sumber primer dan sekunder, yaitu: (1) Sumber primer adalah penyuluh agama Islam berjumlah 1 orang yang aktif memberikan pendampingan dan 5 orang muallaf di Desa Magmagan Karya yang aktif mengikuti pendampingan; (2) Sumber sekunder adalah dokumen-dokumen resmi, buku panduan ibadah, arsip desa, serta literatur terkait komunikasi dakwah dan pembinaan muallaf. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan utama dari penelitian ini yaitu strategi komunikasi dakwah penyuluh agama islam dalam pendampingan muallaf di Desa Magmagan Karya ini mampu mengintegrasikan aspek perencanaan, pelaksanaan, dan efektivitas secara harmonis sehingga tujuan dakwah dapat tercapai dengan baik. Kesimpulan khusus dari penilitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Perencanaan pendampingan dilakukan secara sistematis melalui pengumpulan data muallaf, pemetaan kebutuhan, dan penyusunan materi dakwah yang sederhana, bertahap, dan sesuai kondisi muallaf; (2) Pelaksanaan pendampingan berlangsung rutin di masjid dengan metode dakwah bil lisan (ceramah, dialog, dan diskusi) serta bil hal (praktik langsung dan keteladanan), disertai penggunaan media sederhana seperti buku panduan ibadah, bacaan doa transliterasi, dan praktik ibadah langsung; (3) Evaluasi pendampingan terlihat dari peningkatan kemampuan muallaf dalam menjalankan ibadah, perubahan sikap dan perilaku yang lebih Islami, serta keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi dakwah, khususnya dalam konteks pendampingan muallaf. Temuan penelitian dapat dijadikan rujukan oleh akademisi, praktisi dakwah, maupun lembaga keagamaan dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif, empatik, dan berkesinambungan, sehingga mampu menjawab kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat secara nyata.