| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Majelis Agama Khonghucu
Indonesia Kota Pontianak (Makin Kota Pontianak) dalam membentuk dan
memperkuat identitas sosial umat Khonghucu di tengah konteks masyarakat
Pontianak yang multikultural. Permasalahan utama yang diangkat adalah
bagaimana praktik keagamaan dan sosial yang difasilitasi oleh Makin Kota
Pontianak berkontribusi pada perubahan cara pandang, penguatan ekspresi
publik, dan penciptaan kesadaran kolektif umat. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan didasarkan pada teori
fungsionalisme dari Émile Durkheim, khususnya konsep collective conscience
dan solidaritas mekanik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
dengan enam narasumber kunci (pengurus dan tokoh umat) dan observasi
partisipatif di lokasi-lokasi kegiatan Makin Kota Pontianak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Makin Kota Pontianak memiliki peran signifikan dalam
tiga aspek utama: (1) Mengubah Cara Pandang Umat dari yang bersifat defensif
menjadi partisipatif dan progresif, ditandai dengan keterlibatan aktif di forum
lintas agama dan kebudayaan. (2) Mendukung Ekspresi Keagamaan di Ruang
Publik, seperti perayaan Cap Go Meh, yang mengubah identitas Khonghucu
menjadi bagian yang diterima dan dihargai dalam budaya kota. (3) Menciptakan
Solidaritas Mekanik melalui konsolidasi praktik-praktik keagamaan kolektif
(sembahyang leluhur, pendidikan moral, dan pelibatan generasi muda) yang
secara efektif membentuk collective conscience yang kuat. Faktor keberhasilan
utama organisasi ini adalah sinergi dengan pemerintah daerah dan inovasi
dalam pendidikan nilai. Secara keseluruhan, Makin Kota Pontianak tidak hanya
berfungsi sebagai lembaga spiritual, melainkan sebagai agensi sosial yang
berperan sentral dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat hubungan
sosial, dan memastikan bahwa identitas Khonghucu tumbuh secara adaptif dan
berkelanjutan sebagai bagian integral dari masyarakat Pontianak. |
en_US |