PERAN MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA (MATAKIN) DALAM MEMBENTUK IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA PONTIANAK (Studi Kasus MAKIN Kota Pontianak)

Show simple item record

dc.contributor.advisor Munawar, Munawar
dc.contributor.advisor Maulidiana, Sri
dc.contributor.advisor Hidayat, Samsul
dc.contributor.advisor Abdullah, Abdullah
dc.contributor.author ZULHUSAINI, ZULHUSAINI
dc.date.accessioned 2026-01-12T01:03:08Z
dc.date.available 2026-01-12T01:03:08Z
dc.date.issued 2025-10-14
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8129
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Majelis Agama Khonghucu Indonesia Kota Pontianak (Makin Kota Pontianak) dalam membentuk dan memperkuat identitas sosial umat Khonghucu di tengah konteks masyarakat Pontianak yang multikultural. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana praktik keagamaan dan sosial yang difasilitasi oleh Makin Kota Pontianak berkontribusi pada perubahan cara pandang, penguatan ekspresi publik, dan penciptaan kesadaran kolektif umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan didasarkan pada teori fungsionalisme dari Émile Durkheim, khususnya konsep collective conscience dan solidaritas mekanik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam narasumber kunci (pengurus dan tokoh umat) dan observasi partisipatif di lokasi-lokasi kegiatan Makin Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makin Kota Pontianak memiliki peran signifikan dalam tiga aspek utama: (1) Mengubah Cara Pandang Umat dari yang bersifat defensif menjadi partisipatif dan progresif, ditandai dengan keterlibatan aktif di forum lintas agama dan kebudayaan. (2) Mendukung Ekspresi Keagamaan di Ruang Publik, seperti perayaan Cap Go Meh, yang mengubah identitas Khonghucu menjadi bagian yang diterima dan dihargai dalam budaya kota. (3) Menciptakan Solidaritas Mekanik melalui konsolidasi praktik-praktik keagamaan kolektif (sembahyang leluhur, pendidikan moral, dan pelibatan generasi muda) yang secara efektif membentuk collective conscience yang kuat. Faktor keberhasilan utama organisasi ini adalah sinergi dengan pemerintah daerah dan inovasi dalam pendidikan nilai. Secara keseluruhan, Makin Kota Pontianak tidak hanya berfungsi sebagai lembaga spiritual, melainkan sebagai agensi sosial yang berperan sentral dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat hubungan sosial, dan memastikan bahwa identitas Khonghucu tumbuh secara adaptif dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari masyarakat Pontianak. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Peran en_US
dc.subject Makin en_US
dc.subject Identitas sosial en_US
dc.title PERAN MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA (MATAKIN) DALAM MEMBENTUK IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA PONTIANAK (Studi Kasus MAKIN Kota Pontianak) en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account