Pengulangan Kata Kulū Wasyrabū Dalam Al-Qur'an (Pemaknaan dan Hikmah Tikrar Dalam Kitab Tafsīr al-Munīr Karya Wahbah Al-Zuḥailī)

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sayadi, Wajidi
dc.contributor.advisor Akbar, Taufik
dc.contributor.advisor Putra, Hepni
dc.contributor.advisor Jabbar, Luqman abdul
dc.contributor.author TINI, TINI
dc.date.accessioned 2026-01-07T06:37:43Z
dc.date.available 2026-01-07T06:37:43Z
dc.date.issued 2026-01-05
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8081
dc.description.abstract TINI, “Pengulangan Kata Kulū Wasyrabū dalam al-Qur’an (Pemaknaan dan Hikmah Tikrar dalam Kitab Tafsīr al-Munīr Karya Wahbah Al-Zuḥailī)”. Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2025 M/1446 H. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui ayat mana saja kulū wasyrabū terdapat. 2) untuk mengetahui pemafsiran kata kulū wasyrabū dalam kitab tafsir al-Munir. 3) untuk mengetahui analisis tikrar kata kulū wasyrabū dalam kitab tafsir al-Munir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang datanya bersumber dari pustaka (Library Reseach) yang didalamnya mencakup data primer dan skunder. Kemudian pembahasan didalam penelitian ini menggunakan deskriptif-analitis, yaitu dengan memaparkan tentang pemaknaan dan hikmah Tikrar kata kulū wasyrabū dalam kitab Tafsir al-Munir. Berdasarkan berbagai literatur dan analisa dari penulis, dapat diperoleh bahwa: 1) lafaz kulū wasyrabū dalam mushaf al-Qur’an ditemukan sebanyak tujuh kali, yaitu pada QS. Al-Baqarah: 60 dan 187, QS. Al-A‘rāf: 31, QS. An-Naḥl: 114, QS. At-Ṭūr: 19, dan QS. Al-Mursalāt: 43. 2) lafadz kulū wasyrabū dalam Tafsir al-Munir bukan hanya menjelasakan perintah jasmani, akan tetapi juga nilai spiritual dan hukum. 3) Pengulangan lafaz kulū wasyrabū dalam beberapa ayat, lafaz ini digunakan sebagai bentuk kabar gembira bagi orang-orang yang beriman, seperti balasan berupa kenikmatan surga. Sementara dalam ayat lain, meskipun lafaz yang sama namun diartikan sebagai teguran terhadap orang kafir yang menikmati dunia tanpa bersyukur. Pengulangan ini menunjukkan bahwa al-Qur’an tidak hanya menyampaikan hukum, tetapi juga membentuk sikap spiritual umat. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Tikrar en_US
dc.subject kulū wasyrabū en_US
dc.subject Tafsīr al-Munīr en_US
dc.title Pengulangan Kata Kulū Wasyrabū Dalam Al-Qur'an (Pemaknaan dan Hikmah Tikrar Dalam Kitab Tafsīr al-Munīr Karya Wahbah Al-Zuḥailī) en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account