Abstract:
CHINDY SETYO ARINI. Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Pernikahan Pada Pasangan Usia Dini di Kecamatan Sepauk. Fakultas Ushuluddin dan Adab Program Studi Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2025.
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan seberapa tinggi tingkat kematangan emosi pada pasangan usia dini; (2) mendeskripsikan seberapa tinggi tingkat penyesuaian pernikahan pada pasangan usia dini; (3) menjelaskan hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian pernikahan pada pasangan usia dini..
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanntitatif dengan metode koralasional. Subjek penelitian adalah 60 responden pasangan usia dini yang berusia di bawah 19 tahun yang berdommisili di Kecamatan Sepauk. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala kematangan emosi ( Murray 2018) dan skala penyesuaian pernikahan (Spainer 1979) dengan bantuan progra IBM SPSS Statistic.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil bahwa: (1) tingkat kematangan emosi pada pasangan usia dini paling banyak berada pada kategori sedang, yakni sebesar 61,7%, 21,7% berada pada kategori tinggi, daan 16,7% berada padaa kategori rendah. Tingkat kematangan emosi yang dominan berada pada kategori sedang menunjukan pasangan yang menikah usia dini masih dalam proses pengembangan kemampuan emosional; (2) tingkat penyesuaian pernikahan pada pasangan usia dini paling banyak berada pada kategori sedang yakni 96,7%, sedangkan sisanya 3,3% berada pada kategori rendah. Tingkat penyesuaian pernikahan yang dominan pada kategori sedang menunjukan bahwa pasangan usia dini masih dalam proses belajar mengembangkan keampuan adaptasi terhadaap dinamika rumah tangga; (3) hubungan antara tingkat kematangan emosi dengan penyesuaian pernikahan pada pasangan usia dini yakni sebesar 0,475 dengan nilai signifikansi (p>0,05) artinya terdapat hubunngan positif yang signifikan dengan nilai R2 = 0,208, yang menunjukan bahwa sebesar 20,8% variasi variabel kematangan emosi dapat menjelaskan variabel penyesuaian pernikahan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa semakin tinggi kematangan emosi maka semakin tinggi penyesuaian pernikahan, sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka semakin rendah penyesuaian pernikahaan.