| dc.description.abstract |
Rusiana (11832026). Media Game Spinning Wheel's Untuk Peningkatan Pemahaman Pasangan Calon Pengantin Terhadap Fungsi Keluarga di KUA Pontianak Timur. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) pemahaman pasangan calon pengantin terhadap fungsi keluarga sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan pra nikah dengan media game Spinning Wheel’s; (2) tingkat keberhasilan layanan bimbingan pra nikah dengan penggunaan media game Spinning Wheel’s dalam penyampaian fungsi keluarga; (3) tahapan pelaksanaan dan penggunaan media Spinning Wheel’s yang tepat dan sesuai untuk peningkatan pemahaman pasangan calon pengantin terhadap fungsi keluarga. Peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder, yaitu: 1) sumber data primer yaitu pemateri, pasangan calon pengantin yang mengikuti bimbingan pra nikah di KUA Pontianak Timur, dan media game Spinning Wheel’s; 2) sumber data sekunder ialah sumber data yang peneliti peroleh secara tidak langsung atau melalui media perantara. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah angket, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data adalah analisis data kuantitatif angket dan Miles, Huberman dan Saldana.
Hasil dari penelitian ini: 1) Pemahaman pasangan calon pengantin mengalami peningkatan setelah mendapatkan layanan bimbingan pra nikah dengan media game Spinning Wheel’s di KUA Pontianak Timur, pre test siklus I dari 8 calon pengantin terdapat 3 atau 37,5% calon pengantin berada pada kategori kurang, dan 5 atau 62,5% berada pada kategori cukup. Post test siklus I, 4 atau 50% calon pengantin berada pada kategori cukup, 3 atau 37,5% berada pada kategori baik dan 1 atau 12,5 % calon pengantin berada pada kategori baik sekali.pada pre test siklus II, 4 atau 50% calon pengantin pada kategori cukup, dan 4 atau 50% pada kategori baik. Sedangkan post test siklus II, terdapat 2 atau 25% calon pengantin pada kategori baik, dan 6 atau 75% berada pada kategori baik sekali; 2) pada siklus I, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki baik dari segi materi maupun media seperti, pemilihan warna, dan pertanyaan yang kurang bervariasi. Pada siklus II, setelah dilakukan perbaikan penggunaan game Spinning Wheel’s sebagai media bimbingan pra nikah berhasil meningkatkan daya tarik, kemudahan pemahaman materi, dan interaksi antar calon pengantin; 3) pelaksanaan bimbingan pra nikah dengan media game Spinning Wheel’s dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan dua kali pertemuan. Pada setiap siklus calon pengantin diberikan tindakan berupa layanan bimbingan pra nikah melalui enam tahapan yaitu tahap pra bimbingan, tahap awal, pengarahan kegiatan, tahap peralihan, tahap kerja, dan tahap penutup. |
en_US |